AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
10,675 view

Penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman 1 Digit per Bulan

Infografis yang merangkum data penting mengenai Penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman.
Sosok Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi. (Foto: Dok Pribadi)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman ternyata tak sebombastis yang dibayangkan. Pasalnya, jauh dari kehobohan publik tentang penghasilan legislatif yang nilainya lebih dari Rp50 juta per bulan. Jadi, berapa penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman?

Untuk menjawab ini, AyoSumbar mengkonfirmasi langsung kepada Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, Jumat (12/9/2025). Menanggapi itu, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini tampak tersenyum kecil sembari bertanya balik.

“Coba tebak berapa?” ujarnya sembari tersenyum. AyoSumbar pun mengungkapkan data yang diperoleh bahwa penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman hanya Rp6 juta per bulan.

“Itu kurang. Tepatnya Rp8 juta per bulan. Itu sudah mencakup uang representasi dan semua tunjangan,” ungkap Aprinaldi.

Aprinaldi menjelaskan bahwa nominal tersebut diperolehnya, karena dirinya memang sudah disediakan rumah dan kendaraan dinas. “Kalau tidak disediakan rumah dinas, berarti dapat tunjangan rumah itu Rp8 juta per bulan,” bebernya.

Aprinaldi menegaskan bahwa penghasilan Ketua DPRD Padang Pariaman bukan ukuran utama dalam menjalankan tugas. Ia menyebut pekerjaannya di DPRD adalah bentuk pengabdian. “Sejak sebelum jadi anggota dewan, Uda sudah aktif di masyarakat,” ujarnya.

Ia menolak membandingkan gaji saat ini dengan penghasilan sebelumnya di luar politik. Baginya, berapa pun kesanggupan negara, tidak menghalangi semangat untuk bekerja dan berinteraksi sosial.

Terkait tunjangan alat kelengkapan dewan, Aprinaldi menyebut ketua alat kelengkapan menerima tambahan sekitar Rp100 ribu per bulan. “Ya memang segitu. Coba saja tanya kebendahara,” ucapnya.

Sementara itu, untuk perjalanan dinas, ia memilih menghemat anggaran dengan tidak menginap di hotel. “Kalau saya ke Jakarta, biasanya tinggal di rumah keluarga. Jadi, anggaran daerah hemat 70 persen dari biaya hotel,” jelasnya.

“Lagian, kita sekarang kan sudah sangat meminimalisir kunjungan-kunjungan kerja keluar daerah. Sebab, kita paham banyak kebutuhan lain yang mesti dipenuhi,” tukasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version