Pengurus Pordasi Padang Pariaman 2022-2026 Segera Dibentuk, Pacu Kuda Dipastikan Tetap Digelar Tiap Tahun
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pengurus Pordasi Padang Pariaman 2022-2026 segera memasuki masa pergantian seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan saat ini. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya memperkuat organisasi olahraga berkuda dan memastikan tradisi pacu kuda tetap menjadi agenda tahunan daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin langsung oleh Bupati Padang Pariaman di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (17/6/2026).
Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman Asmadi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Fadhly, Ketua Pordasi Provinsi Sumatera Barat Folorosi, jajaran Pordasi Kabupaten Padang Pariaman, serta tokoh dan pemilik kuda pacu, Azral Mardin.
Salah satu agenda utama rapat membahas berakhirnya masa bakti Pengurus Pordasi Padang Pariaman 2022-2026. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, kepengurusan baru akan dibentuk melalui mekanisme musyawarah dan pemilihan pengurus.
Bupati Padang Pariaman menekankan bahwa pembentukan pengurus baru harus melahirkan organisasi yang solid, profesional, dan mampu mendorong kemajuan olahraga berkuda di daerah.
“Kita ingin Pordasi Padang Pariaman memiliki kepengurusan yang kuat, kompak, dan mampu bekerja bersama membesarkan olahraga berkuda. Pengurus baru harus menjadi motor penggerak pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengembangan pacu kuda sebagai kebanggaan daerah,” tegas Bupati.
Selain membahas pembentukan kepengurusan baru, rapat juga memfokuskan perhatian pada penyelenggaraan event pacu kuda yang selama ini menjadi ikon olahraga, budaya, dan pariwisata Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen mempertahankan pacu kuda sebagai agenda rutin tahunan. “Pacu kuda merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Padang Pariaman,” ujarnya.
“Karena itu, saya menegaskan bahwa setiap tahun harus ada event pacu kuda di Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini bukan hanya pembinaan olahraga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, mempererat silaturahmi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM,” sambung Bupati.
Ia berharap kepengurusan Pordasi yang baru dapat membangun sinergi yang kuat bersama pemerintah daerah, KONI, Pordasi Provinsi Sumatera Barat, komunitas olahraga berkuda, para pemilik kuda, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar olahraga berkuda di Padang Pariaman terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menyatakan akan terus mendukung pengembangan olahraga berkuda sebagai salah satu cabang olahraga unggulan daerah. Dengan kepengurusan yang solid dan penyelenggaraan pacu kuda yang konsisten setiap tahun, Padang Pariaman diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi pacu kuda yang kuat di Sumatera Barat.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun Pordasi yang lebih kuat dan profesional, sekaligus memastikan penyelenggaraan event pacu kuda tahunan terus berjalan dengan kualitas yang semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (*)
