BREAKING NEWS
    14,637 view

    Penurunan Stunting di Pariaman Terbaik Nasional, World Bank Tertarik

    Waktu Baca: 2 menit
    Tim World Bank dan TPPPS Pusat meninjau layanan percepatan penurunan stunting di Pariaman. (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Penurunan stunting di Pariaman menarik perhatian World Bank. Hal ini ketika mereka bersama tim TPPPS Pusat datang ke Desa Cubadak Mentawai, Pariaman.

    Di sana, mereka melihat layanan di kantor desa, PAUD HI, dan Posyandu. Selain itu, tim melanjutkan diskusi bersama OPD Pariaman pada siang hari.

    Plt Kepala Bappeda Pariaman, Adi Junaidi, menjelaskan tujuan utama kunjungan tersebut. “Tim melakukan MTR untuk mengecek kemajuan INEY Phase 2 di Pariaman,” ujarnya. Ia menyampaikan hal itu saat membuka pertemuan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota.

    Setelah itu, Adi memaparkan kembali fokus program. INEY Phase 2 mempercepat penurunan stunting di Pariaman melalui layanan gizi lebih baik.

    Selain itu, program tersebut menyasar remaja putri, ibu hamil, dan anak 0–59 bulan. Kemudian, seluruh intervensi diarahkan untuk memperkuat tumbuh kembang sejak dini.

    Selanjutnya, ia menegaskan kerja bersama lintas lembaga. “Program ini melibatkan Bappenas, Kemenkes, Kemendagri, Kemenkeu, dan Kemendikdasmen,” katanya. Selain itu, ia menilai kolaborasi itu memperkuat layanan kesehatan anak.

    Kemudian, TPPPS Pusat melakukan penilaian kinerja stunting Pariaman. Tim memeriksa pelaksanaan PPPS di semua level. Setelah itu, tim meninjau pendampingan Poltekkes Padang. Selain itu, tim mengidentifikasi hambatan lapangan.

    Selanjutnya, tim mengadakan FGD terkait pelaksanaan program daerah. Semua tahap itu mendukung percepatan penurunan stunting di Pariaman.

    Adi kemudian memaparkan data capaian daerah. “Angka stunting turun dari 20,3 persen pada 2021 menjadi 18,4 persen pada 2022,” katanya.

    Setelah itu, angkanya turun menjadi 17,7 persen pada 2023. Kemudian, angkanya kembali turun menjadi 15,7 persen pada 2024. Selain itu, capaian itu berada di bawah rata-rata Sumbar 24,2 persen. Dengan demikian, Pariaman menjadi terbaik di provinsi.

    Setelah itu, Adi menilai kolaborasi antar-OPD berjalan efektif. Selain itu, pemerintah daerah menjaga komitmen percepatan penurunan stunting di Pariaman. Kemudian, masyarakat ikut mendukung intervensi gizi spesifik dan sensitif.

    Selanjutnya, Adi menyampaikan peluang insentif daerah. “Jika target terpenuhi, Pariaman memperoleh tambahan Dana Fiskal Daerah,” ujarnya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa World Bank mendukung skema tersebut melalui pinjaman Program untuk Hasil dan hibah Fasilitas Pembiayaan Global. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *