AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
10,878 view

Penyebab Seseorang Pakai Narkoba, Ketua DPRD Sumbar: Dominan Faktor Teman

Ilustrasi berita yang menggambarkan reaksi publik terhadap Penyebab Seseorang Pakai Narkoba,pengguna narkoba,pengedar narkoba.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, bersama Kesbangpol Sumbar saat sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 di Kuranji, Kota Padang, Selasa (26/8/2025). Sosialisasi ini menyoroti penyebab seseorang pakai narkoba yang sebagian besar berawal dari ajakan teman. (Foto: DPRD Sumbar)

Padang, AyoSumbar.id – Penyebab seseorang pakai narkoba kerap berawal dari lingkaran pertemanan. Bukan dari pengedar atau orang asing, melainkan justru dari orang terdekat yang mengajak atau memberi. Fakta ini terungkap dalam sebuah kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya yang digelar di Kota Padang, Selasa (26/8/2025).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, hadir masyarakat Kuranji bersama camat dan lurah se-Kecamatan Kuranji. Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Sumbar, Donny R Saputra.

Donny mengungkapkan, hasil kajian penelitian menunjukkan 88 persen pengguna narkoba pertama kali mendapat barang haram itu dari teman. Hanya dua persen yang berawal dari pengedar, sementara sisanya berasal dari obat-obatan di apotek atau toko obat yang disalahgunakan.

“Ini sudah bukti kajian. Mayoritas pengguna narkoba diajak atau diberi oleh temannya, lalu mencoba dan akhirnya kecanduan. Dari pengedar narkoba hanya dua persen, sisanya dari penyalahgunaan obat,” jelas Donny.

Ia menegaskan, kondisi ini menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat, terutama keluarga, dalam mengawasi pergaulan anak dan orang terdekat. Pasalnya, data tahun 2020–2021 mencatat ada 64 ribu orang di Sumbar yang terjerat narkoba, angka yang terus meningkat setiap tahun.

Menurut Donny, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dengan penangkapan pengedar. Harus ada upaya menyeluruh, mulai dari menutup pintu masuk peredaran, sosialisasi bahaya narkoba, pengawasan, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkoba. Awasi keluarga, sebarkan informasi, atau untuk lembaga bisa mengadakan sosialisasi. Semakin banyak yang ikut serta, semakin bermanfaat hasilnya,” ujarnya.

Ancaman Serius bagi Generasi Muda

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menambahkan bahwa bahaya narkoba tidak bisa lagi dianggap sepele. Menurutnya, pengguna narkoba kini bahkan sudah merambah anak-anak usia SD, disusul pelajar SMP, SMA, hingga orang dewasa.

“Jenisnya pun makin beragam. Bukan hanya ganja, sabu, ekstasi, atau opium, tapi juga berbentuk makanan, minuman, permen, obat batuk yang dikonsumsi berlebihan, lem, hingga jamur kotoran sapi,” ungkap Evi.

Ia menekankan, efek dari berbagai jenis zat tersebut sama saja, yakni merusak organ tubuh, pikiran, hingga kejiwaan. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk lebih jeli mengawasi anggota keluarga. Misalnya, jika ada kebiasaan menyimpan banyak obat batuk atau pereda nyeri, patut dicurigai dan segera dilakukan pemeriksaan urin.

Kisah Penyintas: Terjerat karena Teman

Dalam kesempatan itu, dihadirkan pula Rival, remaja 14 tahun asal Pasaman yang kini menjalani rehabilitasi melalui Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI). Rival mengaku pertama kali menggunakan ganja saat duduk di bangku kelas 6 SD, setelah diberi temannya. Setelah itu, ia juga mencoba sabu dari sumber yang sama.

“Awalnya ganja, lalu ada sabu. Semua dari teman. Karena kecanduan, saya bahkan sampai mencuri motor dan HP, tapi bukan untuk dijual, hanya untuk dipakai sementara,” kata Rival.

Akibat ketergantungan narkoba dan tekanan keluarga, Rival sempat dipasung oleh orang tuanya karena menunjukkan gejala gangguan kejiwaan. Kini, berkat rehabilitasi, ia perlahan pulih dan mulai terbebas dari narkoba.

Evi menegaskan, kasus Rival menjadi bukti nyata bahwa pengguna narkoba adalah korban yang membutuhkan rehabilitasi, bukan hukuman. “Kalau pengedar narkoba, itu cerita lain. Tapi untuk pengguna, jangan disembunyikan. Mereka perlu dirawat agar lepas dari ketergantungan,” tegasnya.

Melalui YPJI yang berlokasi di Gunung Sarik, Kuranji, Evi bersama tenaga medis profesional aktif membantu korban penyalahgunaan narkoba menjalani rehabilitasi. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berani melapor, semakin besar peluang menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version