AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,512 view

Penyintas Bencana Batu Busuak Tempati Hunsela Usai Berbulan-bulan Mengungsi

Foto yang memperlihatkan realitas di balik isu Penyintas bencana Batu Busuak.
Lokasi dan kondisi Hunian Sementara Layak (Hunsela) di Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Jumat (17/7/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Penyintas bencana Batu Busuak di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini dapat menempati Hunian Sementara Layak (Hunsela) setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan tidak menentu akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung 2025.

Warga terdampak sebelumnya harus berpindah dari satu lokasi pengungsian ke tempat lain, mulai dari posko pengungsian, rumah kerabat, hingga rumah kontrakan. Kehadiran Hunsela memberikan kepastian tempat tinggal sementara bagi mereka untuk kembali menata kehidupan.

Suasana haru dan bahagia terlihat saat awak media mengunjungi kawasan Hunsela di Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Jumat (17/7/2026). Warga mulai menjalani aktivitas baru di hunian transisi tersebut setelah diresmikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Rabu (15/7/2026).

Pembangunan Hunsela menjadi bagian dari upaya kolaboratif berbagai pihak dalam membantu pemulihan warga terdampak bencana. Sebanyak 18 unit hunian dibangun dan tersebar di dua kawasan, yakni Rimbo Panjang dan Gerbang Langit.

Penyediaan hunian tersebut terlaksana melalui dukungan berbagai unsur, seperti DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah (Unbrah), FMIPA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Pemerintah Kota Padang, serta para donatur lainnya.

Salah seorang penyintas bencana Batu Busuak, Murni Ernita, warga RT 03/RW 01 Lambung Bukit, mengungkapkan kondisi sulit yang ia alami setelah rumahnya rusak total akibat berada di dekat aliran sungai yang meluap saat bencana terjadi.

“Dulu saat bencana terjadi, kami harus mengungsi ke SD 05, musala, lalu ke SD 02. Sebelum akhirnya bisa pindah ke Hunsela ini, hidup kami tidak menentu dan berpindah-pindah tempat. Sempat menumpang di rumah keluarga dan juga mengontrak rumah,” kata Murni mengenang masa sulit tersebut.

Murni menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan hunian yang diterimanya bersama warga terdampak lainnya. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan manfaat besar bagi keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan Hunsela yang diberikan oleh para donatur dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Andalas, dan juga Pemko Padang. Kami ucapkan terima kasih banyak karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Kebahagiaan juga dirasakan Siti Rohani, warga terdampak lainnya yang kehilangan rumah setelah hanyut terbawa arus banjir bandang. Ia menyebut keberadaan Hunsela membantu meringankan beban ekonomi keluarga karena tidak lagi harus membayar biaya sewa tempat tinggal.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Pemko Padang. Alhamdulillah, sekarang saya sudah mendapatkan tempat di Hunsela ini dan tidak perlu mengontrak rumah lagi,” ungkap Siti Rohani.

Pemerintah Kota Padang berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, alumni, komunitas peduli bencana, dan para donatur dapat membantu penyintas bencana Batu Busuak kembali pulih. Hunsela diharapkan menjadi tahap awal bagi warga terdampak untuk membangun kembali kehidupan, memulihkan perekonomian, dan menata masa depan. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version