BREAKING NEWS
    9,835 view

    Perajin Sulaman di Pariaman Didukung ISI Padang Panjang

    Waktu Baca: 2 menit
    Sejumlah pengrajin sulaman di Desa Padang Biriak-biriak, Kota Pariaman, mengikuti pelatihan manajemen produksi yang digelar ISI Padang Panjang untuk meningkatkan kualitas dan pendapatan UMKM. (Foto: ISI Padang Panjang)

    Pariaman, AyoSumbar.id – UMKM perajin sulaman di Pariaman kini mendapat perhatian serius dari dunia akademik. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang turun langsung mendampingi para perajin untuk meningkatkan kualitas karya mereka.

    Cara ini sekaligus memperkuat nilai ekonomi dari tradisi budaya ini. Suasana penuh semangat tampak saat program dilaksanakan di Kantor Desa Padang Biriak-biriak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pada Minggu (24/8/2025).

    Program bertajuk ”Pelatihan Manajemen Produksi untuk Meningkatkan Kualitas dan Pendapatan UMKM Industri Kreatif di Kota Pariaman” ini menggandeng UMKM Sulaman Indah Mayang bersama kelompok perajin sulaman di Desa Padang Biriak-biriak.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, dengan tim pengabdi yang dipimpin oleh Irja dan rekan-rekannya.

    Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM ISI Padang Panjang, Susandrajaya, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung potensi lokal.

    Menurutnya, fokus utama diarahkan pada peningkatan keterampilan manajemen, pengembangan produksi, hingga strategi pemasaran yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh UMKM perajin sulaman di Pariaman.

    “Sulaman merupakan identitas budaya Pariaman. Melalui program pengabdian ini, kami ingin memastikan keindahan itu tetap lestari, sekaligus mampu memberi nilai ekonomi berkelanjutan,” ujar Susandrajaya, Selasa (26/8/2025).

    “Mahasiswa dan dosen hadir bukan hanya untuk mengajarkan teori, tapi juga mendampingi, memberi wawasan baru, dan membantu UMKM sulaman agar lebih modern, profesional, serta berdaya saing,” sambungnya.

    Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi pintu masuk untuk berbagai bentuk dukungan lain seperti hibah Kosabangsa, Matching Fund, atau program kolaboratif bersama pemerintah daerah. Dengan begitu, pengembangan industri kreatif di Pariaman tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan terus bertumbuh seiring kebutuhan zaman.

    Bagi UMKM perajin sulaman di Pariaman, kegiatan ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan pemasaran, dan memperkokoh posisi mereka di pasar industri kreatif.

    Dukungan perguruan tinggi diharapkan bisa menjembatani tradisi dengan modernitas, sehingga seni sulaman Pariaman tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu bersaing di ranah ekonomi kreatif. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *