AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
924 view

Peran Niniak Mamak di Padang Pariaman Kunci Mencegah Persoalan Sosial

Visualisasi yang mendukung laporan investigatif mengenai Peran niniak mamak di Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menghadiri silaturahmi Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan niniak mamak se-Kabupaten Padang Pariaman di Pendopo Bupati, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mendorong penguatan peran pemangku adat untuk menjaga nilai adat dan agama serta membina generasi muda. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, meminta peran niniak mamak di Padang Pariaman menjaga nilai adat dan agama serta membina generasi muda. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, dan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan John Kenedy Azis (JKA) saat menghadiri silaturahmi Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan niniak mamak se-Kabupaten Padang Pariaman di Pendopo Bupati, Jumat (9/10/2026). Menurutnya, pemangku adat memiliki kedudukan strategis dalam menjaga tatanan kehidupan masyarakat.

“Pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan niniak mamak untuk memperkuat pembinaan moral, menjaga ketertiban sosial, dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan adat serta agama,” ungkap JKA.

Ia menegaskan bahwa niniak mamak bukan sekadar pemimpin kaum. Mereka juga menjadi panutan masyarakat sekaligus penjaga nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. JKA menilai peran tersebut semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung seiring kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi.

“Adat dan agama merupakan fondasi persatuan sekaligus karakter masyarakat Padang Pariaman. Nilai-nilai ini harus menjadi pegangan hidup dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” tegas John Kenedy Azis.

Bupati mengingatkan bahwa perkembangan zaman perlu diimbangi dengan penguatan nilai adat dan agama agar generasi muda tidak kehilangan jati diri. “Kita ingin generasi muda Padang Pariaman tetap berpegang pada nilai adat dan agama. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pembinaan karakter agar mereka tidak kehilangan jati diri,” sambungnya.

JKA juga menyampaikan terima kasih kepada para niniak mamak nan gadang basa batuah yang menghadiri pertemuan tersebut. Baginya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur. Penguatan karakter, pembinaan moral, dan pemeliharaan ketertiban sosial harus berjalan beriringan.

“Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur. Kita juga harus memperhatikan pembinaan moral, penguatan karakter, dan ketertiban sosial agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain menekankan pembinaan generasi muda, John Kenedy Azis meminta fungsi Kerapatan Adat Nagari ditata dan diperkuat agar lembaga adat tersebut dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Ia juga mendorong peningkatan pengawasan sosial, baik secara horizontal maupun vertikal.

Salah satu gagasan yang disampaikan ialah pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat korong untuk membantu mengawasi lingkungan masyarakat dan mencegah munculnya persoalan sosial.

“Fungsi Kerapatan Adat Nagari perlu diperkuat agar dapat menjalankan perannya secara optimal. Pengawasan juga perlu ditingkatkan, termasuk melalui gagasan pembentukan satgas di tingkat korong untuk membantu mencegah persoalan sosial,” paparnya.

Menurut JKA, upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemangku adat. Keduanya diharapkan memiliki pemahaman yang sejalan mengenai penerapan aturan adat dan penanganan persoalan di tengah masyarakat.

Ia ingin niniak mamak menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menangani persoalan perilaku sosial, pelanggaran norma adat dan agama, serta pembinaan generasi muda. Bupati juga menekankan pentingnya musyawarah sebagai bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat.

“Saya berharap niniak mamak bersama pemerintah daerah dapat terus bersinergi membangun nagari dan Kabupaten Padang Pariaman yang kita cintai. Peran niniak mamak harus semakin kuat agar persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui pendekatan adat, agama, dan musyawarah,” tukasnya.

Sedangkan Ketua Pelaksana silaturahmi, Rustam Dt. Panghulu Mudo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari keresahan terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai semakin memprihatinkan.

Ia menyoroti kecenderungan generasi muda yang mulai menjauh dari norma adat dan agama. Selain itu, kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai adat juga dinilai melemah. Persoalan lain yang menjadi perhatian meliputi kekerasan dalam rumah tangga, tindakan asusila, hingga pembunuhan. Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi pemahaman terhadap nilai dan norma turut menjadi sorotan.

“Silaturahmi ini dilatarbelakangi keresahan kita terhadap berbagai persoalan sosial. Ada kecenderungan generasi muda mulai menjauh dari norma adat dan agama, sementara kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai adat juga perlu diperkuat,” urainya.

Rustam menilai kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan aktif para pemangku adat. Menurutnya, fungsi adat perlu kembali diperkuat agar dapat berperan dalam membimbing masyarakat dan membantu menangani persoalan sosial.

“Kita membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku adat untuk mengembalikan fungsi adat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan kesepahaman mengenai aturan adat dan koordinasi yang lebih baik antarkerapatan adat,” jelas Rustam.

Silaturahmi di Pendopo Bupati itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara, kepala perangkat daerah, Kapolres Kota Pariaman, Kapolres Padang Pariaman, pengurus KAN, niniak mamak, serta pucuak adat dari berbagai nagari di Kabupaten Padang Pariaman.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan pemerintah daerah dengan pemangku adat sekaligus membangun kesepahaman dalam penerapan aturan dan pengambilan keputusan di bidang adat.

Melalui penguatan peran niniak mamak dan kerja sama dengan pemerintah daerah, nilai adat dan agama diharapkan semakin hidup dalam keseharian masyarakat. Pembinaan generasi muda juga diharapkan membentuk karakter yang kuat sekaligus membantu mencegah dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version