Percepat Program 1.000 Lapangan Kerja, Pemkab Pasaman Dorong Penempatan CPMI ke Jepang, Jerman, dan Turki
Pasaman, Ayosumbar.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus menggenjot penanggulangan pengangguran melalui realisasi Program Unggulan Bupati Pasaman 1.000 Lapangan Kerja. Sejak dilantik pada 8 Januari 2026, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUPTK) Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, langsung mengambil langkah strategis di sektor ketenagakerjaan.
Salah satu kebijakan prioritas yang kini dikebut adalah percepatan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri, dengan sasaran utama Jepang, Jerman, dan Turki. Program ini dinilai menjadi solusi jangka menengah untuk memperluas akses kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Pasaman.
Sebagai bagian dari penguatan kesiapan teknis, Kepala Dinas KUPTK bersama jajaran Bidang Tenaga Kerja melakukan peninjauan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aifa Bahasa Jepang di Kaluwai, Lubuk Sikaping. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan sarana pelatihan serta kesiapan peserta CPMI yang tengah menjalani proses pembekalan.
Hasil evaluasi menunjukkan LPK Aifa telah didukung fasilitas memadai, mulai dari gedung, ruang belajar, hingga sarana praktik. Saat ini, tercatat 18 peserta CPMI tengah mengikuti program persiapan kerja ke Jepang. Dari jumlah tersebut, dua orang telah mengantongi kontrak kerja dan dijadwalkan berangkat pada Juli 2026. Sementara tiga peserta lainnya akan mengikuti wawancara dengan pihak pengguna pada Februari 2026, dengan rencana keberangkatan Agustus 2026 apabila dinyatakan lolos. Adapun 13 peserta lainnya masih berada pada tahap penguatan kompetensi dan persiapan seleksi lanjutan.
Di sisi lain, Dinas KUPTK juga mencatat sejumlah tantangan, terutama terkait kelengkapan perizinan dan lisensi LPK yang belum sepenuhnya tuntas. Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi percepatan proses perizinan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Permasalahan pembiayaan awal keberangkatan CPMI turut menjadi perhatian. Untuk membantu peserta yang mengalami keterbatasan dana, Dinas KUPTK mendorong keterlibatan Bank Nagari dalam penyediaan dana talangan dengan skema bunga ringan. Komitmen tersebut diperkuat melalui pertemuan antara Kepala Dinas KUPTK, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman, dan Kepala Cabang Bank Nagari Pasaman, yang menyatakan kesiapan mendukung pembiayaan sesuai kebutuhan yang diajukan oleh LPK Aifa.
Pada tahun 2026, Dinas KUPTK menargetkan sebanyak 300 CPMI asal Pasaman dapat diberangkatkan melalui kerja sama dengan LPK Aifa. Untuk mempercepat rekrutmen, dinas berencana menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Pasaman sebagai sumber calon tenaga kerja terlatih. Sosialisasi program juga akan dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat kecamatan.
Guna memastikan perlindungan dan kepastian hukum bagi CPMI, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta BP3MI.
Selain Jepang, peluang kerja luar negeri juga terus diperluas. Dinas KUPTK menjalin kemitraan dengan PT Breka Raya Indonesia untuk penempatan ke Jepang, program Ausbildung Jerman bersama LPK Germani Indonesia Profesional dan Bright Education, serta penempatan CPMI ke Turki melalui PT All Qurrny Bagas Pratama yang berbasis di Bekasi.
Di dalam negeri, penguatan ekonomi lokal tetap menjadi perhatian melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), UMKM, dan sektor perdagangan. Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping juga dioptimalkan sebagai pusat peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Mulai Maret 2026, BLK Lubuk Sikaping dijadwalkan melaksanakan delapan paket pelatihan keterampilan yang didanai oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Bandar Buat, Padang.(***)
