AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
6,678 view

PERISAI SI Sumbar Gelar Ngaji Kebangsaan

Cuplikan momen kritis dalam perkembangan berita tentang Kota Solok.

Kota Solok, AyoSumbar.id-Demi memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas di bulan suci Ramadhan, PERISAI SI SUMBAR menggelar Ngaji Kebangsaan dengan tema “Patuh Konstitusi, Taat Kitab Suci”.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meneguhkan komitmen sebagai warga negara yang baik sekaligus insan merdeka yang beriman. Rabu (18/3/2026).

Husnul Qari selaku Ketua umum PERISAI SI Sumbar menekankan pentingnya harmonisasi antara nilai-nilai konstitusi sebagai dasar kehidupan bernegara dengan ajaran kitab suci sebagai pedoman moral dan spiritual.

Husnul Qari juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa ketaatan terhadap konstitusi tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, melainkan saling menguatkan.

“Konstitusi memberikan kerangka hidup berbangsa, sementara kitab suci menjadi kompas moral yang membimbing perilaku individu dan sosial,” ujarnya

“Tantangan kebangsaan saat ini membutuhkan pendekatan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Oleh karena itu, Ngaji Kebangsaan diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan keadilan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Penyampaian ditutup dengan dukungan penuh PERISAI SI Sumbar kepada Kapolri untuk menindak tegas pelaku penyiraman air keras kepada aktivis Kontras.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda semakin memahami bahwa menjadi warga negara yang taat hukum dan berpegang teguh pada ajaran agama adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.

M. Durga Ananda selaku Sekretaris PERISAI SI Sumbar mengutuk tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis yang juga wakil koordinator kontras, Andrie Yunus. Hal tersebut dinilai mencederai hak sipil untuk menghidupi ruang demokrasi dengan aman dan bermoral.

Kejadian penyiraman tersebut terjadi pada Kamis malam tanggal 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, diduga Andrie Yunus diserang oleh beberapa orang yang mengendarai motor.

Durga menilai peristiwa tersebut sudah tidak bisa ditoleransi lagi, ini sudah mencoreng bangsa kita yang menjunjung tinggi semangat demokrasi dan hak asasi manusia.

“Peristiwa ini merupakan tindakan yang sadis dan tidak bisa ditolerir, penyiraman terhadap aktivis ini mencederai semangat demokrasi dan HAM, Sebagai negara hukum yang secara konstitusional memiliki tanggungjawab untuk menjaga keamanan warganya, kami ingin negara hadir,” ujar Durga.

“Oleh karena itu, kami mendukung Bapak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman ini agar kedepan para aktivis memiliki rasa aman dalam membela hak-hak masyarakat di ruang demokrasi,” lanjutnya. (*)

Avatar of Niko Irawan
Avatar of TimAS
Niko Irawan
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version