AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,257 view

Perjuangan Murid SDN 05 Batang Anai Mengikuti Ujian

Foto dokumentasi dari peristiwa besar yang melibatkan SDN 05 Batang Anai.
Para murid SDN 05 Batang Anai saat menjalani ujian di bawah tenda darurat BNPB, Senin (8/12/2025). (Foto: TimAS)

Bangunan SDN 05 Batang Anai memang telah rata dihantam banjir. Meski semuanya musnah, proses belajar tetap harus berjalan. Demi masa depan anak-anak di pedalaman Nagari Sungai Buluah Timur, keteguhan mereka dalam mengejar pendidikan tidak ikut hanyut oleh bencana.

UJIAN tetap berlangsung Senin (8/12/2025), meski tak lagi di ruang kelas. Pelaksanaannya dipindah ke tenda darurat milik BNPB. Banyak siswa memilih tidak memakai sepatu, hal yang wajar mengingat kondisi lokasi.

Di tenda sederhana itu, keteguhan murid-murid SDN 05 Batang Anai menjadi bukti bahwa harapan bisa tumbuh bahkan di atas tanah yang baru saja disapu bencana. Semangat mereka seperti ingin menegaskan bahwa banjir boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tak akan pernah mematahkan niat mereka untuk terus belajar.

Dalam segala keterbatasan, anak-anak ini justru memberi pelajaran tentang ketabahan. Mereka menunjukkan bahwa pendidikan tak hanya hidup di ruang kelas yang sempurna, tetapi juga di hati yang berani menghadapi keadaan apa pun.

“Senang-senang saja ujian di tenda,” ujar Ikhsan (11), saat saat diwawancarai di sela-sela waktu istirahat ujian.

Ikhsan dan teman-temannya memang tidak terlalu memikirkan beratnya bencana yang menimpa sekolah. Namun mereka menyimpan satu harapan besar: sekolah mereka bisa kembali dibangun. “Tolonglah bangun sekolah kami, Pak,” pintanya sambil terkekeh.

Sebagian besar siswa SDN 05 Batang Anai berasal dari Korong Kuliek, sebuah wilayah di kaki bukit Nagari Sungai Buluah Timur. Akses menuju sana sangat terbatas, terlebih karena jalan kerap rusak saat musim hujan.

“Tak mungkin kami sekolah ke tempat lain. Jauhnya luar biasa. Lagi pula siapa yang mau antar?” ucap Ikhsan, disambut anggukan teman-temannya.

Harapan serupa datang dari murid lainnya, Rivo Putra (11). Ia termasuk anak yang harus menempuh perjalanan berat menuju sekolah. “Saya tinggal di Simpang Kuliek. Jam enam atau setengah tujuh saya sudah jalan kaki ke sekolah,” ungkapnya.

Jika dilihat dari Google Map, jarak Simpang Kuliek–SDN 05 Batang Anai sekitar lima kilometer, atau sekitar 12 menit jika ditempuh dengan sepeda motor. “Saya datang bertiga sama teman saya dari Simpang Kuliek,” tambah Rivo.

Bagi Rivo dan teman-temannya, yang berat bukan hanya jaraknya. Di sisi kiri jalan mengalir sungai besar, sementara sisi kanan berupa tebing bukit. “Kalau hujan memang agak takut. Biasanya kami diantar kalau hujan,” ujarnya.

Kini kondisi akses kian ekstrem karena sebagian badan jalan tergerus aliran Batang Anai. “Sekarang memang cemas-cemas ke sekolah,” katanya pendek.

Trauma dan Rasa Syukur

Pihak sekolah menyimpan trauma atas kejadian itu. Namun di balik duka, mereka juga merasakan syukur. Plt Kepala SDN 05 Batang Anai, Lisa Rifendi, masih mengingat jelas detik-detik ketika air Batang Anai tiba-tiba meluap dan berubah menjadi arus ganas.

“Airnya naik cepat sekali. Dalam hitungan menit sudah mencapai atap,” kenangnya. Bencana semakin brutal ketika longsor dari bukit menyapu bangunan yang tersisa. “Semua ruang belajar dan ruang guru hancur. Hanya perpustakaan yang tersisa,” lanjutnya.

Sejak hari itu, kegiatan belajar mengajar terhenti total. Sebanyak 94 siswa dari kelas I hingga VI kehilangan ruang belajar. Namun ketika masa ujian mendekat, bantuan mengalir dari berbagai pihak. Sebuah tenda darurat didirikan agar ujian tetap bisa dilaksanakan hingga Kamis (11/12/2025).

Bagi Lisa, terlaksananya ujian bukan hanya rutinitas akademik, tetapi wujud kebersamaan banyak pihak. “Dukungan dari berbagai pihak di Padang Pariaman membuat ujian ini tetap bisa berjalan,” ucapnya.

Beruntung, saat banjir terjadi, para siswa sedang diliburkan karena cuaca ekstrem sehari sebelumnya. Meski demikian, akses menuju sekolah terputus sehingga memperlambat pendataan dan proses awal pemulihan. “Syukurnya saat kejadian tidak ada anak-anak di sekolah,” ujarnya lega.

Pemda Menyaksikan Semangat dan Ketabahan

Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, meninjau pelaksanaan ujian di dua sekolah terdampak banjir, salah satunya SDN 05 Batang Anai. Kedatangannya disambut senyum malu-malu para siswa yang duduk berjejal di bawah tenda BNPB.

Rahmat menyapa satu per satu murid, seolah memberi energi tambahan bagi mereka yang kini tak punya ruang kelas permanen. Namun ia tak menyembunyikan rasa prihatin melihat bangunan sekolah yang sudah berubah menjadi puing.

“Kondisi SDN 05 Batang Anai ini sudah tidak memungkinkan dipakai sama sekali, jadi ujian kita pindahkan ke tenda,” ujarnya. Meski begitu, ia bersyukur semangat para murid tetap tak surut. Mereka mengerjakan soal-soal ujian dengan serius.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SDN 17 Batang Anai yang juga terdampak banjir. Berbeda dengan SDN 05 Batang Anai, ruang kelas di sekolah ini berhasil dipulihkan lebih cepat sehingga ujian digelar di dalam ruangan.

Wakil Bupati datang bersama rombongan besar—Sekda, anggota DPRD Hasan Basri, Inspektur, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo, Kasat Pol PP, serta unsur kecamatan dan nagari. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa pemerintah daerah hadir di saat masyarakat membutuhkan.

Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan petugas lapangan. “Terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang terus berjibaku membantu masyarakat bangkit,” katanya.

Usai dari sekolah, rombongan meninjau jembatan darurat di Korong Salisikan yang kini sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Jembatan itu menjadi nadi baru mobilitas warga setelah akses utama putus akibat banjir. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version