Perselisihan Akibat Pembatalan PKD 1 di Katapiang mulai Temui Titik Damai
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Perselisihan akibat pembatalan PKD 1 (Pekan Kebudayaan Daerah 1) di Nagari Katapiang, mulai menemui titik damai. Hal itu setelah dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Padang Pariaman, Senin sore (14/7/2025).
RDP yang dipimpin Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, dihadiri tokoh masyarakat dari perwakilan niniak mamak Nagari Katapiang, pengurus sasaran silat, bundo kanduang, sanggar seni, serta Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Padang Pariaman.
Setiap perwakilan tokoh masyarakat, menyampaikan kekecewaan mereka atas keputusan Bupati Padang Pariaman yang membatalkan pelaksanaan PKD 1. Keputusan yang diambil 4 hari jelang pelaksanaan PKD 1, dianggap telah mempermalukan mereka.
Sebab, semua sudah dipersiapkan, para tamu pun sudah diundang. Alhasil, masyarakat Nagari Katapiang memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan secara mandiri pada Kamis-Sabtu (10-12/72025).
“Kegiatan sudah berlangsung dengan lancar dan sukses. Namun, apa yang terjadi belum selesai. Kami tidak ingin ini terulang lagi ke depan. Makanya, kami mengajukan RDP ini,” ujar Emyl Syah Sampono Rajo Panyinggahan, salah seorang niniak mamak.
Lewat RDP itu, ia meminta agar Bupati Padang Pariaman dapat menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang kecewa atas pembatalan PKD 1. Sehingga, perselisihan akibat pembatalan PKD 1 tidak berlarut, dan kepercayaan masyarakat hilang terhadap Bupati Padang Pariaman.
“Kalau bupati tidak mengindahkan permintaan kami ini, tentu kami akan ajukan mosi tidak percaya kepada beliau,” tegas Emyl.
Anggota DPRD Padang Pariaman, Topik Hidayat, yang ikut dalam RDP tersebut mengajukan solusi agar niniak mamak dan tokoh masyarakat lainnya bertemu langsung dengan Bupati Padang Pariaman. Ia memberi opsi di Rumah Dinas Ketua DPRD Padang Pariaman atau langsung di Nagari Katapiang.
“Nanti tentu kita berharap bapak Ketua DPRD bisa menjembatani komunikasi dengan bapak bupati agar manyampaikan usulan ini. Dimana beliau bisa bertemu dengan niniak mamak dan tokoh masyarakat,” kata Topik.
Namun, Topik menyarankan agar pertemuan dilakukan sesuai tempat yang diinginkan niniak mamak, agar suasana lebih cair. “Tentu saya tanya kepada niniak mamak yang hadir. Maunya musyawarah di rumah dinas ketua DPRD atau di Katapiang,” tanya Topik.
Saran Topik pun disambut baik oleh niniak mamak dan para tokoh yang hadir. Mereka lebih menginginkan bertemu langsung dengan Bupati Padang Pariaman di Katapiang. “Baiknya, bupati datang ke Rumah Gadang Rangkayo Sajo Sampono (rumah pucuk adat Nagari Katapiang),” pinta Emyl.
Permintaan itupun disanggupi oleh Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi. Ia mengatakan akan menyampaikan kepada eksekutif terkait aspirasi dari masyarakat Nagari Katapiang dan umumnya para tokoh yang terdampak pembatalan PKD 1.
“Pak Sekda juga hadir hari ini. Beliau tentu bisa juga menyampaikan hasil dari RDP ini kepada bapak bupati. Sehingga, pemasalahan ini bisa selesai,” ungkap Aprinaldi.
Sedangkan Sekdakab Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan seluruh hasil RDP kepada Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.
“Pak bupati tentu juga ingin kesalahpahaman ini tidak berlarut. Kami akan sampaikan semua masukan dan harapan dari pertemuan ini,” tutup Rudy.
Sedangkan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang dikonfirmasi menyangkut RDP ini belum merespon hingga berita ini diterbitkan. (*)
