Pertumbuhan Ekonomi Padang Pariaman Melambat Jadi 4,18 Persen
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman tercatat 4,18 persen pada Triwulan II 2026, turun 0,68 poin dibandingkan Triwulan I yang mencapai 4,86 persen. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis membahas strategi percepatan ekonomi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rapat di Gedung Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk menyampaikan persoalan ekonomi daerah dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Pembahasan juga diarahkan pada upaya mengoptimalkan potensi daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bupati yang akrab disapa JKA itu mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman masih perlu ditingkatkan. Ia berharap diskusi bersama kementerian dan lembaga terkait dapat menghasilkan masukan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Intinya adalah bagaimana kita meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat, khususnya di Padang Pariaman,” ujar John Kenedy Azis seusai kegiatan.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman pada Triwulan II 2026 mencapai 4,18 persen. Angka ini melambat 0,68 poin dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,86 persen.
Meski mengalami perlambatan, capaian tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2024 yang sebesar 3,99 persen. Struktur ekonomi daerah masih ditopang sektor tersier. Sementara itu, lemahnya investasi dan kinerja sektor primer menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.
John Kenedy Azis menilai forum bersama pemerintah pusat menjadi ruang untuk membicarakan persoalan tersebut dengan pihak yang berkompeten. “Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berdiskusi dengan kementerian dan lembaga yang berkompeten mengenai persoalan pertumbuhan ekonomi di Padang Pariaman,” jelasnya.
Menurut bahan rilis, penguatan sektor potensial, peningkatan investasi, dan perluasan peluang ekonomi masyarakat menjadi bagian dari langkah yang perlu diperhatikan dalam pembangunan ekonomi daerah. Pembahasan berlangsung dalam Rapat Pengarahan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Provinsi Sumatera Barat yang dihadiri kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota.
Sedangkan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama pada Inspektorat Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri, memaparkan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memimpin diskusi bersama para kepala daerah.
Materi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) turut melengkapi pembahasan. Kedua lembaga tersebut mengikuti kegiatan secara daring.
Rapat ini merupakan tindak lanjut surat Sekretaris Jenderal Kemendagri atas nama Menteri Dalam Negeri Nomor 500/6464/SJ tertanggal 9 September 2026 tentang Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi.
Agenda tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. Sebagai tindak lanjut rapat, empat kelompok desk khusus wilayah akan dibentuk di Sumatera Barat dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
Kelompok tersebut akan membahas berbagai persoalan ekonomi serta merumuskan langkah percepatan berdasarkan kondisi masing-masing daerah. Bagi Padang Pariaman, pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk menyusun strategi pembangunan ekonomi yang sesuai dengan potensi dan tantangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah pusat dapat membantu mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Upaya tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas usaha, peluang kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Bappeda Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (9/10/2026) itu, John Kenedy Azis didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara. Rombongan juga terdiri atas Sekretaris Inspektorat, Sekretaris Bapelitbangda, Kepala Bagian Perekonomian, dan Kepala Bagian Prokopim.
Kehadiran jajaran pemerintah kabupaten tersebut mendukung pembahasan mengenai persoalan ekonomi dan strategi percepatan pertumbuhan di Padang Pariaman. Melalui forum koordinasi bersama Kemendagri dan lembaga terkait, pemerintah kabupaten berupaya mendapatkan masukan untuk memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah. (*)
