BREAKING NEWS

    Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Kuartal II 2025 Rendah, Pemprov Sebut Kemiskinan Turun

    Waktu Baca: 2 menit
    Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi (kiri), saat mendampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dalam memberikan keterangan untuk siaran pers. (Foto: Adpsb)

    Padang, AyoSumbar.id – Pertumbuhan ekonomi Sumbar Kuartal II 2025 mencatatkan posisi paling buncit di Sumatera, memicu kekhawatiran publik dan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah. Di tengah sorotan itu, Pemprov Sumbar menampilkan sisi lain capaian ekonomi Sumbar.

    Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, menyebut keberhasilan mengeluarkan lebih dari 33 ribu warga dari garis kemiskinan selama setahun terakhir sebagai indikator penting peningkatan kesejahteraan.

    Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Sumbar turun dari 5,97 persen (345.730 jiwa) pada Maret 2024 menjadi 5,35 persen (312.250 jiwa) pada Maret 2025.

    “Lebih dari 33 ribu orang keluar dari garis kemiskinan. Ini pencapaian yang patut diapresiasi di tengah gejolak ekonomi global,” ujar Medi yang dikutip Kamis (14/8/2025).

    Ia menilai konsumsi rumah tangga tetap terjaga, terlihat dari kenaikan kredit konsumsi dan tabungan masyarakat, meski penjualan kendaraan bermotor anjlok hingga 48,03 persen. Menurutnya, fenomena ini lebih mencerminkan perilaku belanja selektif ketimbang penurunan daya beli.

    Meski begitu, Medi mengakui perlunya perbaikan arah belanja pemerintah agar lebih produktif. Realisasi belanja pusat masih didominasi belanja pegawai, sementara belanja modal APBN justru merosot 58,45 persen.

    Dari sisi investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak 72,07 persen, tetapi Penanaman Modal Asing (PMA) turun 8,13 persen. Penurunan impor barang modal hingga 89,33 persen mengindikasikan aliran investasi belum optimal ke sektor industri luas.

    Sektor usaha yang tumbuh positif meliputi informasi dan komunikasi (9,51 persen), pertanian (4,06 persen), perdagangan (3,67 persen), serta transportasi (3,03 persen).

    Namun, konstruksi (-0,02 persen) serta akomodasi dan makan minum (-0,65 persen) masih tertahan akibat lambatnya proyek fisik dan belum pulihnya pariwisata secara merata.

    Pemprov menargetkan pertumbuhan 4,7 persen sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 melalui percepatan belanja strategis, diversifikasi ekspor, peningkatan iklim investasi, dan kolaborasi antarwilayah.

    “Dengan sinergi yang solid dan kebijakan tepat sasaran, Sumbar berpeluang keluar dari papan bawah pertumbuhan ekonomi dan melangkah menuju kemajuan berkelanjutan,” tegas Medi.

    Untuk diketahui, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat hanya tumbuh 3,94 persen secara tahunan (yoy). Angka itu turun dari capaian kuartal I sebesar 4,66 persen. Secara triwulanan, pertumbuhan bahkan hanya naik tipis 1,52 persen. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *