AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
14,483 view

Pilih Pindahkan Tanah Ulayat Nagari Katapiang ke Padang, Rajo Sampono: Kami Sangat Kecewa

Infografis yang memberikan ringkasan fakta utama tentang Tanah ulayat Nagari Katapiang,Rajo Sampono.
Pucuk Adat Nagari Katapiang, Rangkayo Rajo Sampono, mengatakah bahwa pihaknya sudah membulatkan tekad untuk memindahkan tanah ulayat Nagari Katapiang ke Padang. (Foto: Dok Pribadi Rajo Sampono)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Rangkayo Rajo Sampono membulatkan tekad memindahkan tanah ulayat Nagari Katapiang dari Kabupaten Padang Pariaman ke Kota Padang. Keputusan ini buntut kekecewaannya terhadap sikap Bupati Padang Pariaman.

“Kami tidak pernah meminta jadi tuan rumah. Pemda sendiri yang menentukan. Sekarang dihentikan dengan alasan tidak boleh pakai APBD,” tegas Rangkayo Rajo Sampono selaku Pucuk Adat Nagari Katapiang, Rabu (9/7/2025).

Lebih menyakitkan lagi, sambung Rajo Sampono, Bupati Padang Pariaman menerbitkan siara pers penghentian itu. Seakan masyarakat nagarinya tidak memahami bagaimana sistem kerja pemerintahan.

“Saya sudah temui. Yang dibilang bupati hanya hentikan. Kami tidak diberi ruang sedikitpun untuk diskusi. Seakan tidak ada lagi solusi,” tegasnya.

Padahal, lanjutnya, apabila dibicarakan baik-baik pihaknya pasti sangat memahami. “Kalau dia bilang ternyata APBD tidak bisa kita gunakan. Bagaimana kalau kita selesaikan ini bersama-sama dengan cara gotong rotong. Pasti kami terima. Ini tidak dia hanya bilang hentikan saja,” jelas Rajo Sampono.

Menurutnya, sikap bupati tersebut tidak mencerminkan figur pemimpin yang bijak. “Jangan dia samakan waktu jadi Anggota DPR RI. Dia bisa bicara lalu menghilang. Sekarang tidak, dia berinteraksi setiap hari dengan masyarakat,” tegas Rajo Sampono.

“Bupati itu kan panggil saya ayah. Ini pelajaran untuk dia agar lebih bijak dan sopan bersikap ke depannya. Sama saya saja dia begitu. Bagaimana dengan anak kemenakan saya berharapan dengan dia. Apa dia tidak melihat wajah saya yang katanya ayahnya,” sambungnya.

Rajo Sampono tidak memungkiri bahwa dirinya membulatkan tekad memindahkan tanah ulayat Nagari Katapiang ke Padang, karena kekecewaan atas keputusan Bupati Padang Pariaman tersebut.

“Dulu, waktu Wali Kota Padang Fauzi Bahar, sempat menawarkan agar Nagari Katapiang menjadi bagian dari Kota Padang. Saya menolak tegas, karena saya sangat menghargai Bupati Muslim Kasim saat itu,” jelasnya.

Kalau sekarang, imbuhnya, nagarinya sudah merasa tidak dianggap oleh Pemkab Padang Pariaman. “Anak bana yang maanggap ayahnyo abu di ateh tunggua. Lebih baik saya keluar dari rumah,” tegas Rajo Sampono.

Ia pun memastikan tidak akan membuka ruang negosiasi lagi dengan Bupati Padang Pariaman. “Kami sangat kecewa. Tidak dibangunnya pun nagari kami ini 5 tahun ke depan tidak masalah,” tukas Rajo Sampono.

Sedangkan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang dikonfirmasi media belum merespon hingga berita ini diterbitkan. Begitupun Sekdakab Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis.

Sebelumnya, pada Minggu (6/7/2025), Bupati Padang Pariaman dalam keterangan resminya menyatakan untuk menghentikan Pekan Kebudayaan Daerah 1 di Nagari Katapiang. Alasannya karena tidak sesuai dengan semangat efisiensi anggaran.

Ia juga menjelaskan bahwa baru mengetahui kegiatan itu memakan biaya Rp240 juta, karena terjadinya miskomunikasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman. Keputusan itu menjadi heboh, sisa waktu persiapan kegiatan tinggal 5 hari lagi.

Alhasil, pemangku adat serta masyarakat Nagari Katapiang marah. Namun, mereka memutuskan tetap mengadakan kegiatan secara mandiri, dengan menggalang bantuan dari berbagai pihak dan perantau.

Pantauan AyoSumbar.id, masyarakat di Pantai Katapiang tampak antusias mempersiapkan acara tersebut, Rabu (9/7/2025). Dalam kesibukan itu, selalu terdengar perbincangan atas kekecewaan karena keputusan Bupati Padang Pariaman.

“Insya Allah, besok (10/7/2025) pukul 20.00 WIB. Kami mengajar masyarakat Padang Pariaman umumnya Sumatera Barat untuk menyaksikan Pekan Budaya Nagari Katapiang Kamis-Sabtu (10-12/7/2025),” ajak ES Sampono Rajo Panyinggahan, salah seorang niniak mamak Nagari Katapiang. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aprizal Noer
Putri Maharani
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version