BREAKING NEWS
    1,897 view

    Pilwana Padang Pariaman 2026 segera Digelar, Ketua DPRD Ajak Jaga Persaudaraan

    Waktu Baca: 2 menit
    Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menyampaikan pesan persaudaraan jelang Pilwana Padang Pariaman 2026 di Masjid Nurul Ikhlas, Kecamatan V Koto Timur. (Foto: Yuzal)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pilwana Padang Pariaman 2026 diproyeksikan menjadi momentum demokrasi bagi masyarakat nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah daerah memastikan pemilihan wali nagari serentak berlangsung di 74 nagari pada 2026.

    Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, menilai pelaksanaan Pilwana serentak tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola nagari yang demokratis, transparan, dan partisipatif. Namun ia mengingatkan, setiap tahapan Pilwana berpotensi melahirkan perbedaan pilihan politik yang tidak terhindarkan.

    “Pilwana adalah ruang masyarakat menentukan pemimpin sesuai aspirasi. Tapi perbedaan pilihan tidak boleh memecah hubungan badunsanak,” ujar Aprinaldi usai penutupan Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhlas, Kecamatan V Koto Timur, Kamis (27/2/2026).

    Menurutnya, di Padang Pariaman nagari tidak sekadar berfungsi sebagai unit administratif, tetapi juga menjadi ruang sosial yang diikat kekerabatan adat dan hubungan suku. Kondisi itu membuat dinamika Pilwana kerap lebih emosional dibanding pemilu formal karena dapat memengaruhi relasi keluarga, surau, hingga lapau sebagai ruang percakapan publik.

    Aprinaldi menegaskan pemilihan wali nagari harus dipahami sebagai proses mencari pemimpin terbaik, bukan ajang polarisasi. Ia mengajak masyarakat menunjukkan kedewasaan politik, membuka ruang dialog, dan menghormati pilihan individu demi menjaga harmoni nagari.

    “Kemenangan dan kekalahan harus diterima dengan kedewasaan, diimbangi rasa persaudaraan yang kuat,” katanya.

    Ia juga menempatkan peran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sebagai penjaga keseimbangan sosial pasca kontestasi Pilwana Padang Pariaman 2026. Mereka diharapkan mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan afiliasi politik.

    Ajakan tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau duduak samo randah, tagak samo tinggi, yang menempatkan musyawarah dan mufakat di atas konflik terbuka. Dalam konteks Pilwana Padang Pariaman 2026, nilai itu akan diuji untuk memastikan demokrasi elektoral berjalan selaras dengan demokrasi adat yang menjunjung persaudaraan.

    Aprinaldi menyebut tahapan Pilwana telah dimulai. Pengumuman pendaftaran bakal calon wali nagari berlangsung pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026, dilanjutkan masa pendaftaran 4–12 Maret 2026, serta pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan pada 27 Juni 2026 di seluruh nagari peserta.

    Bagi Padang Pariaman, Pilwana Padang Pariaman 2026 bukan sekadar agenda politik lokal. Ia menyebut ajang tersebut menjadi cermin kemampuan masyarakat adat memadukan modernitas demokrasi dengan nilai badunsanak yang diwariskan turun-temurun.

    “Dengan semangat persatuan dan persaudaraan, masyarakat dapat tetap damai dan sejahtera meski berbeda pilihan,” tandasnya.

    Jika proses berjalan kondusif, nagari tidak hanya memperoleh pemimpin baru, tetapi juga memperkuat kembali solidaritas sosial sebagai modal penting pembangunan daerah. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *