Polres Pasaman Barat Resmikan Dapur SPPG, Dorong Gizi Pelajar dan Ekonomi Lokal
Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Polres Pasaman Barat mengikuti prosesi peresmian sekaligus groundbreaking Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual, Jumat (13/2/2026), di Dapur SPPG Polres Pasaman Barat.
Acara tersebut dihadiri Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU). Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Imter Pedri, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Gina Alecia, MARS, serta perwakilan Koramil 02 Simpang Empat, Pelda Muryono. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung program gizi nasional.
Dukungan juga datang dari Ketua GOW Pasbar Gusmalini M. Ihpan, Ketua DWP Erisa Doddy San Ismail, Ketua Bhayangkari sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Pasaman, Ny. Wiwik Agus Hidayat, serta Kepala SPPG Polres Pasaman Barat, Hifzi Umara. Sinergi ini memperlihatkan bahwa program gizi bukan hanya urusan kepolisian, tetapi juga menjadi kepedulian masyarakat luas.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa momentum ini menjadi bagian dari penguatan program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. “Hari ini, bertepatan dengan peresmian oleh Bapak Presiden, dapur SPPG kita di Polres Pasbar telah mengelola 1.073 paket khusus untuk siswa-siswi SMA 1 Pasaman. Ini merupakan hari kelima operasional kami sejak Senin lalu,” ujarnya.
Kepala SPPG Polres Pasaman Barat, Hifzi Umara, menjelaskan bahwa dari target 2.988 penerima manfaat, sebanyak 1.073 paket sudah didistribusikan. Angka ini menunjukkan progres signifikan dalam waktu singkat, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pelayanan gizi bagi pelajar.
Operasional dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari ini melibatkan 47 tenaga kerja dan relawan. Tidak hanya berfokus pada distribusi gizi, program ini juga menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan mengambil seluruh stok pangan dari petani lokal dan UMKM sekitar.
“Komposisi menu disusun bervariasi setiap hari demi memenuhi standar gizi. Untuk mekanisme penyaluran saat bulan Ramadan nanti, kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut agar program tetap berjalan optimal,” jelas Hifzi.
Kehadiran dapur SPPG di Polres Pasaman Barat menjadi bukti bahwa program gizi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan melibatkan petani dan UMKM, program ini tidak hanya menyehatkan pelajar, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Momentum peresmian ini juga memperlihatkan bagaimana kepolisian mampu berperan aktif dalam mendukung agenda nasional di luar tugas keamanan. Melalui dapur gizi, Polres Pasaman Barat menunjukkan komitmen sosial yang berdampak langsung pada generasi muda.
Sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas gizi pelajar sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, SPPG Polres Pasaman Barat diharapkan terus berkembang dan menjadi model pelayanan gizi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
