AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,621 view

Prioritaskan Keselamatan Pelajar dan Pengajar, Sekolah di Pasaman Diliburkan

Laporan langsung: fakta terbaru dan opini publik tentang Keselamatan pelajar.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat meninjau kondisi warganya yang terdampak bencana banjir ataupun longsor yang terjadi di daerahnya. (Foto: Diskominfo Pasaman)

Padang, AyoSumbar.id – Keselamatan pelajar dan para tenaga pengajar menjadi dasar utama kebijakan libur sekolah di Kabupaten Pasaman. Pemkab Pasaman menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk merespons cuaca ekstrem dan rangkaian bencana hidrometeorologi.

SE itu menetapkan peliburan kelas tatap muka pada 27–29 November 2025. Sekolah memindahkan proses belajar ke model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Setiap sekolah mengatur PJJ lewat platform digital masing-masing.

Kepala sekolah memegang otoritas menyesuaikan skenario pembelajaran. Ia dapat mengubah pola belajar jika situasi lokal tak mendukung pertemuan fisik. Sekolah wajib memastikan layanan pendidikan berjalan. Pelajar harus tetap menerima tugas belajar secara terarah.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyatakan keputusan ini lahir dari urgensi keselamatan peserta didik dan insan pendidikan. Ia menyoroti ancaman banjir dan longsor yang meningkat di banyak wilayah. Ia menegaskan parameter keselamatan harus mengikat setiap langkah pendidikan saat bencana mengancam.

“Pendidikan wajib menyesuaikan diri jika lingkungan berisiko,” kata Welly. Ia menekankan, kondisi saat ini menuntut semua pihak menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Ia menegaskan, pemerintah daerah harus menjaga situasi tetap aman, khususnya bagi anak-anak.

Bupati Welly menyampaikan pernyataan itu saat meninjau kawasan terdampak di Kecamatan Bonjol, Kamis (27/11). Ia menyebut kebijakan bertujuan meredam kecemasan orang tua. Langkah ini juga dimaksudkan mencegah munculnya beban baru bagi keluarga yang tengah menghadapi tekanan akibat cuaca ekstrem.

Ia mengajak warga menaikkan kewaspadaan dan mematuhi arahan resmi pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat menahan aktivitas di zona rawan bencana. Ia menegaskan, pengurangan mobilitas di area berisiko menjadi bagian dari strategi menjaga keselamatan pelajar secara tidak langsung.

“Mari bersama menekan dan meminimalkan dampak bencana,” ucapnya. Bupati memastikan Pemkab Pasaman terus memonitor dinamika di lapangan. Ia membuka peluang perpanjangan masa PJJ jika kondisi belum pulih.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Gunawan, menyatakan SE telah menyasar seluruh kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga satuan pendidikan lainnya. Ia menegaskan PJJ harus berjalan secara terstruktur. Ia menegaskan kepala sekolah bisa memperpanjang PJJ di wilayah berisiko demi menjaga keselamatan pelajar.

Kebijakan ini menempatkan keselamatan pelajar di atas segala skema. Pemkab dan sekolah wajib mengelola adaptasi pembelajaran dengan disiplin, respons cepat, dan pengawasan berkala. Pengawas sekolah harus memantau institusi binaan, lalu menyetor laporan berkala ke dinas pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan juga harus menjaga keselamatan pribadi, keluarga, serta lingkungan. (*)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of Arditono
M. Abdi Lubis
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version