AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,365 view

Produk Unggulan Padang Pariaman Didorong Dapat Perlindungan HAKI

Infografis yang memberikan ringkasan fakta utama tentang Produk unggulan Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Informasi Kekayaan Intelektual di Hall IKK Parik Malintang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Produk unggulan Padang Pariaman berupa cokelat, durian, dan Sulam Kapalo Samek didorong untuk memperoleh perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) melalui penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah. Upaya itu dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Informasi Kekayaan Intelektual di Hall IKK Parik Malintang, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar rapat koordinasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi kreatif di daerah. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, pemerintah pusat, perangkat daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait.

Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Syarifuddin, hadir bersama rombongan. Kedatangan mereka disambut Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Sejumlah pejabat daerah juga menghadiri kegiatan itu, di antaranya para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya.

Bupati John Kenedy Azis mengatakan Padang Pariaman memiliki potensi besar dalam sektor budaya dan ekonomi kreatif. Potensi itu mencakup seni budaya, kuliner khas, kerajinan tradisional, hingga berbagai produk unggulan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kekayaan tersebut tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga merupakan aset intelektual yang harus dijaga, dilindungi, dan dikembangkan agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurut John Kenedy Azis, perlindungan kekayaan intelektual semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif dan transformasi digital. Perlindungan terhadap merek, hak cipta, indikasi geografis, pengetahuan tradisional, serta ekspresi budaya tradisional dinilai dapat memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Ia juga mengakui masih ada tantangan berupa rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dan pelaku usaha untuk mendaftarkan hasil karya maupun produk mereka sebagai kekayaan intelektual. Karena itu, forum koordinasi tersebut diharapkan memperkuat kerja sama pemerintah pusat dan daerah dalam edukasi, pendampingan, serta fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual.

Dr. Syarifuddin mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual. Menurutnya, upaya tersebut dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi yang berbasis inovasi.

Ia menilai potensi lokal Padang Pariaman memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi identitas daerah yang mampu bersaing di pasar nasional apabila didukung perlindungan kekayaan intelektual.

“Kerajinan, seni budaya, kuliner khas, dan produk UMKM Padang Pariaman memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Potensi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional apabila mendapatkan perlindungan hukum yang tepat,” ungkapnya.

Dalam forum itu, Syarifuddin menyebut tiga produk unggulan Padang Pariaman yang akan didorong mendapatkan perlindungan HAKI. Ketiganya adalah cokelat, durian, dan Sulam Kapalo Samek.

Pihak kementerian menyatakan siap mendampingi proses pengajuan perlindungan HAKI untuk ketiga produk tersebut. Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan.

“Kami siap membantu proses pengajuan di kementerian. Semoga ketiga produk unggulan ini dapat segera memperoleh perlindungan HAKI sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan Kabupaten Padang Pariaman,” tambahnya.

Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan akademisi dari Universitas Andalas, Ir. Hanaldi Andre. Ia memberikan pemaparan mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dalam mendukung inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap forum tersebut mendorong semakin banyak potensi kekayaan intelektual daerah yang teridentifikasi dan mendapatkan perlindungan hukum. Dengan begitu, produk unggulan Padang Pariaman dan potensi lokal lainnya diharapkan dapat berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version