Profil Nagari Salibutan Lubuak Aluang di Padang Pariaman
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Profil Nagari Salibutan Lubuak Aluang merupakan salah satu nagari yang memiliki karakteristik unik dan posisi strategis dalam lingkup Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten Padang Pariaman.
Artikel ini merangkum berbagai informasi penting berdasarkan data resmi dari BPS Padang Pariaman dalam publikasi Kecamatan Lubuak Aluang Dalam Angka dan regulasi yang diatur dalam Perda Kabupaten Padang Pariaman Nomor 7 Tahun 2019.
Sekilas Profil Nagari Salibutan Lubuak Aluang
Penulisan nama Nagari Salibutan Lubuak Aluang telah ditetapkan secara resmi melalui Perda No. 7 Tahun 2019. Oleh karena itu, penggunaan istilah seperti “Nagari Salibutan Lubuk Alung” atau bentuk penyebutan lain dianggap tidak tepat dalam konteks administratif.
Nagari ini memiliki luas wilayah 15,08 km², yang berarti mencakup sekitar 13,51% dari total luas Kecamatan Lubuak Aluang. Dengan luas tersebut, Salibutan termasuk dalam kategori nagari yang relatif lapang, memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan wilayah, pertanian, dan pemukiman.
Jumlah Penduduk Nagari Salibutan Lubuak Aluang
Jumlah penduduk Nagari Salibutan Lubuak Aluang tercatat sebanyak 1.370 jiwa, terdiri dari 694 laki-laki dan 676 perempuan. Komposisi ini menunjukkan keseimbangan gender yang cukup merata dan menjadi potensi sosial yang harmonis dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Pembagian Wilayah Korong di Nagari Salibutan Lubuak Aluang
Nagari Salibutan terbagi menjadi empat korong, yang masing-masing memiliki identitas kultural dan letak geografis tersendiri. Sesuai Perda Padang Pariaman Nomor 7 Tahun 2019, keempat korong tersebut adalah:
- Korong Kampuang Alai
- Korong Lipek Pageh
- Korong Gamaran
- Korong Lubuak Munti
Keempat korong ini tidak hanya menjadi titik-titik pemukiman masyarakat, tetapi juga pusat kehidupan sosial dan ekonomi di nagari. Keberagaman corak budaya dan potensi lokal di masing-masing korong turut memperkaya warna kehidupan di Salibutan.
Aksesibilitas dan Jarak Tempuh
Nagari ini memiliki posisi yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan Kecamatan Lubuak Aluang, yaitu sekitar 5 km. Sedangkan ke pusat Kabupaten Padang Pariaman berjarak 17 km, dan ke ibu kota provinsi, Padang, berjarak 37 km.
Jarak dari masing-masing korong ke pusat pemerintahan adalah sebagai berikut:
- Korong Kampuang Alai berjarak sekitar 5 km ke pusat kecamatan, 17 km ke pusat kabupaten, dan 37 km ke pusat provinsi.
- Korong Lipek Pageh sedikit lebih jauh, dengan jarak sekitar 5,5 km ke kecamatan, 17,5 km ke kabupaten, dan 37,5 km ke provinsi.
- Korong Gamaran terletak sekitar 6 km dari kecamatan, 18 km dari kabupaten, dan 38 km dari provinsi.
- Korong Lubuak Munti menjadi yang paling jauh, dengan jarak sekitar 6,4 km ke pusat kecamatan, 18,4 km ke kabupaten, dan 38,4 km ke pusat provinsi.
Konektivitas yang baik ini menjadikan Salibutan sebagai kawasan yang potensial untuk mendukung mobilitas ekonomi dan pelayanan publik.
Batas Wilayah Strategis
Letak geografis Nagari Salibutan Lubuak Aluang juga memperlihatkan keunggulan strategisnya karena berbatasan langsung dengan berbagai daerah penting:
- Utara: Nagari Pasie Laweh Lubuak Aluang dan Kecamatan 2×11 Kayu Tanam
- Selatan: Nagari Lubuak Aluang
- Timur: Kabupaten Solok
- Barat: Nagari Lubuak Aluang
Dengan batas wilayah seperti ini, Salibutan berpotensi sebagai jalur lintas antar nagari bahkan antar kabupaten, membuka peluang kerja sama lintas batas dalam sektor pertanian, perdagangan, dan pendidikan.
Penutup
Profil Nagari Salibutan Lubuak Aluang mencerminkan sebuah nagari yang tenang namun kaya potensi. Luas wilayah yang mencukupi, jumlah penduduk yang ideal, pembagian wilayah yang tertata, serta aksesibilitas yang baik menjadi kekuatan utama nagari ini.
Tak hanya sebagai bagian dari Kecamatan Lubuak Aluang, Salibutan merupakan simpul penting dalam peta pembangunan Kabupaten Padang Pariaman yang terus tumbuh secara inklusif.
Dengan posisi yang strategis dan kekayaan lokal yang dimiliki, Nagari Salibutan Lubuak Aluang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai nagari mandiri, tangguh, dan berdaya saing di masa depan. (*)
