Program Galeh Babelok Tarik 8 Investor ke Sumbar: Peluang Kerja Baru, Ini Daftarnya
Padang, AyoSumbar.id – Program Galeh Babelok yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menarik perhatian delapan investor potensial dalam kegiatan promosi investasi yang digelar di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menggaet modal strategis melalui sinergi dengan perantau dan pelaku usaha di luar wilayah.
Delapan investor yang hadir dalam forum tersebut menunjukkan ketertarikan pada berbagai sektor unggulan di Sumbar, mulai dari hasil pertanian, properti, pariwisata, hingga pengolahan limbah dan komoditas tambang.
“Dari delapan calon investor, lima di antaranya sudah menyampaikan komitmen konkret untuk menanamkan modal di Sumbar,” ungkap Alrifjon, Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Sumbar, Jumat (18/7/2025).
Menurut Alrifjon, program Galeh Babelok tidak berhenti di Pekanbaru. Promosi sejenis juga direncanakan akan digelar di provinsi lain di Sumatera yang menjadi domisili mayoritas perantau Minang.
Untuk itu, DPMPTSP Sumbar kini intens berkomunikasi dengan para investor yang menyatakan ketertarikan. Pendampingan, fasilitasi lintas dinas, dan percepatan perizinan tengah disiapkan agar rencana investasi dapat segera terealisasi.
“Tingginya respons dalam program Galeh Babelok memperkuat harapan Sumatera Barat untuk menghadirkan investasi sektor riil yang langsung berdampak pada masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa program Galeh Babelok difokuskan untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan daerah yakni Trade (perdagangan), Tourism (pariwisata), dan Investment (investasi) atau dikenal dengan TTI.
“Kami ingin potensi Sumbar lebih maksimal dengan melibatkan perantau dan pengusaha luar daerah. Mereka punya jaringan, pengalaman, dan komitmen untuk membangun kampung halaman,” ujar Mahyeldi saat berdialog dengan investor di Riau.
Profil 8 Investor dan Bidang Minatnya untuk Investasi di Sumbar
- Abdul Aziz Latini – PT. Royal Trader Indonesia, tertarik menyalurkan hasil pertanian Sumbar seperti sayur dan buah ke Batam.
- Asrar Rais – PT. Sinergi Bumi Khatulistiwa, fokus pada investasi di sektor batu bara.
- Delisis Hasanto – PT. Tuan, berminat di sektor properti, kuliner, dan pariwisata.
- Anthony Harry – PT. Han Ton Property, mengincar properti dan sektor wisata.
- Winda Pratiwi – PT. Winda Angkasa Raya Pangan, menyasar bidang agrowisata dan peternakan.
- Yana Patriana – PT. Pisang Kipas Kuantan Pertanian, berniat mengembangkan produksi pisang kapok kuning.
- Rudi Alfian Umar – PT. Riau Multi Trade Trading, fokus pada perdagangan batu bara dan komoditas tambang.
- Bukhari – PT. Jawara Nusantara Waste Management, tertarik membangun pabrik sawit ramah lingkungan.
5 Investor yang Berkomitmen Menindaklanjuti untuk Berinvestasi di Sumbar
- PT. Royal Trader Indonesia, tengah mengurus izin lintasan roro ke Sumbar melalui Kementerian Perhubungan Darat.
- PT. Tuan, akan melakukan kunjungan langsung ke Sumbar dan meminta pendampingan teknis dari pemerintah daerah.
- PT. Winda Angkasa Raya Pangan, sedang menyusun kebutuhan dan biaya investasi peternakan unggas dan ruminansia.
- PT. Pisang Kipas Kuantan Pertanian, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Sumbar untuk menjamin pasokan pisang kapok.
- PT. Riau Multi Trade Trading, siap memfasilitasi distribusi batu bara untuk kebutuhan industri di Sumbar, termasuk PT. Semen Padang. (*)
