AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,317 view

Program GERMAS SAPA 2026 Diandalkan untuk Wujudkan Masyarakat Sehat

Ilustrasi interaktif yang memberikan perspektif baru tentang GERMAS SAPA 2026.
Asisten II Setdakab Padang Pariaman, Elfi Delita, usai penandatanganan komitmen Pemkab Padang Pariaman dalam kegiatan advokasi GERMAS SAPA 2026. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Program GERMAS SAPA 2026 menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mendorong terwujudnya masyarakat sehat melalui jaminan pangan aman. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi Desa Pangan Aman yang digelar BBPOM Padang di Aula Bapelitbangda IKK Parik Malintang, Senin (27/4/2026).

Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida, Ketua TP PKK, jajaran perangkat daerah, camat, kepala sekolah, wali nagari, serta pengurus pasar. Forum ini memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung implementasi program nasional tersebut.

Bupati Padang Pariaman melalui Asisten II Elfi Delita menegaskan, keamanan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing. Ia menyebut, kualitas pangan berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Pangan yang aman tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Namun, kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ditemukannya produk pangan yang tidak memenuhi syarat mutu di pasar, sekolah, maupun nagari,” ujarnya.

Ia menambahkan, rendahnya pengetahuan pelaku usaha serta minimnya kepedulian masyarakat terhadap mutu pangan masih menjadi persoalan. Kondisi ini berpotensi memicu kasus keracunan pangan jika tidak ditangani serius.

“Melalui kegiatan advokasi ini, kita berharap dapat memberikan solusi nyata dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan aman hingga tingkat perseorangan, sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM Padang Elyunaida menekankan bahwa keamanan pangan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Ia menilai, pengawasan tidak dapat berjalan efektif tanpa sinergi lintas sektor.

“Kenapa kita harus menekankan keamanan pangan? Karena kita harus memastikan setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat itu aman. Untuk itu perlu sinergi antar stakeholder dan komitmen bersama dari seluruh pihak,” tegasnya.

Elyunaida menjelaskan, intervensi program difokuskan pada tiga titik strategis, yakni pasar, sekolah, dan nagari. Di pasar, pengawasan ditujukan pada keamanan produk yang dijual; di sekolah, pada pembudayaan konsumsi pangan sehat; dan di nagari, pada peningkatan peran masyarakat dalam menjaga mutu pangan.

Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan kader sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Kader akan mendapatkan bimbingan teknis untuk memperluas jangkauan intervensi.

“Di sinilah pentingnya kader. Mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan dan akan diberikan bimbingan teknis. Karena tidak mungkin kita mengintervensi seluruh sekolah, pasar, dan nagari secara langsung, maka kader ini yang akan memperluas jangkauan program,” jelasnya.

Program GERMAS SAPA 2026 mengusung tiga pilar utama, yaitu Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Implementasinya didukung kolaborasi lima pilar, yakni pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan konsumen.

Pada 2026, BBPOM Padang menetapkan sejumlah lokasi intervensi di Padang Pariaman sebagai percontohan. Lokasi tersebut meliputi MAN Insan Cendekia untuk sektor sekolah, Pasar Sungai Geringging untuk sektor pasar, serta Nagari Toboh Gadang Barat dan Nagari Limau Purut untuk sektor desa.

Asisten II juga menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan agar menjalankan program ini secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menargetkan wilayah lokus mampu menjadi model nasional.

“Wilayah yang menjadi lokus harus mampu menjadi percontohan dan membawa nama baik Padang Pariaman di tingkat nasional,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis GERMAS SAPA 2026 mampu memperkuat ketahanan pangan aman. Program ini diharapkan mendorong penurunan stunting sekaligus mencegah kejadian luar biasa akibat pangan tidak layak konsumsi. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version