AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
13,573 view

Program Integrated Farming Upaya Bangkit Kopi Ulu Rimbo

Ilustrasi yang menjelaskan tren terbaru terkait Program Integrated Farming,Kopi Ulu Rimbo.
Wakil Bupati Solok, Candra, saat meninjau langsung perkebunan kopi Ulu Rimbo sebagai simbol dimulainya program integrated farming di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

Solok, AyoSumbar.id – Program Integrated Farming kini menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Solok. Di tengah sejuknya udara pegunungan Ulu Rimbo, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Wakil Bupati Solok, H. Candra, turun langsung meninjau perkebunan kopi.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertanian terpadu yang berkelanjutan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Irwan Effendy, Kepala Bapelitbang Desmalia Ramadhanur, perwakilan Koramil Jon Erikson, Plt. Wali Nagari Paninggahan Chandra Hermiyanto, serta perwakilan Dinas Pertanian, Dinas PU, Kapolsek Junjung Sirih, dan kelompok tani hutan “Ulu Coffee”.

Kebersamaan lintas sektor itu menjadi bukti bahwa program pertanian terpadu ini bukan sekadar gagasan di atas kertas, melainkan gerakan kolektif yang didukung banyak pihak.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya pemanfaatan lahan APL (Area Penggunaan Lain) yang mencapai hampir 1.000 hektare. Menurutnya, lahan tersebut harus digarap secara optimal agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “APL ini jumlahnya hampir 1.000 Ha. InsyaAllah kita akan membuat program Integrated Farming,” tegasnya di hadapan peserta kegiatan.

Konsep pertanian terpadu atau Integrated Farming sendiri merupakan strategi menggabungkan sektor tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem terintegrasi. Dengan pola itu, pemerintah berharap efisiensi sumber daya semakin tinggi, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.

Sebagai simbol awal, dilakukan penanaman bibit kopi bersama Kalaksa BPBD, Danramil, serta perwakilan Kapolsek Junjung Sirih. Langkah sederhana itu merepresentasikan tekad untuk menghidupkan kembali sektor pertanian sekaligus menjaga kearifan lokal yang telah lama menjadi identitas masyarakat Paninggahan.

Wakil Bupati juga mengingatkan sejarah panjang kopi Ulu Rimbo Paninggahan. Sejak masa kolonial Belanda, kopi ini dikenal memiliki cita rasa khas. Namun lebih dari tiga dekade terakhir, kebun kopi sempat terbengkalai akibat anjloknya harga di pasaran. Kini, situasi berbeda. Harga kopi kembali stabil, sehingga banyak petani milenial tertarik menghidupkan warisan leluhur tersebut.

“Dulu kawasan ini termasuk dalam kawasan hutan. Alhamdulillah, berkat kerja sama Pemkab Solok, Pemprov, dan BKSDA, kini resmi menjadi APL. Keistimewaan kopi di Ulu Rimbo adalah sejak dahulu tidak pernah diberi pupuk, sehingga cita rasanya tetap asli dan terjaga,” jelas Candra.

Pemerintah Kabupaten Solok optimis, dengan semangat para petani muda yang didukung penuh lintas sektor, kopi Ulu Rimbo dapat kembali berjaya. Bukan hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga berpeluang besar menembus pasar nasional bahkan internasional.

Dengan Program Integrated Farming, Pemkab Solok berharap lahirnya sistem pertanian modern yang berakar kuat pada tradisi lokal, namun berorientasi global. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version