Rajo Sampono Serukan Kedamaian Usai Pembatalan Pekan Kebudayaan Daerah Padang Pariaman di Katapiang
Padang Pariaman, AyoSumbar.id — Menyikapi polemik pembatalan PKD Padang Pariaman di Nagari Katapiang, tokoh adat setempat, Rangkayo Rajo Sampono, menyampaikan pernyataan resmi yang menyejukkan. Ia mengimbau seluruh anak kemenakan dan masyarakat untuk tetap tenang, serta tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
“Saya, Rajo Sampono, atas nama pucuk adat sekaligus pucuk nagari Katapiang, menghimbau kepada seluruh anak kamanakan kami untuk menahan emosi. Boleh menyampaikan kritik, tetapi hendaknya dilakukan dengan sopan dan tidak menyampaikan kalimat-kalimat kasar terhadap bupati kita,” ujarnya tegas dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Rabu (9/7/2025).
Rajo Sampono menekankan bahwa pembatalan agenda tersebut hendaknya menjadi pelajaran bersama, bukan alasan untuk memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya mewaspadai pihak-pihak yang sengaja memancing di air keruh dengan memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Anggap saja semua ini sebagai pengalaman. Mari kita ambil hikmah dari kejadian ini. Bupati kita pun telah menyampaikan alasan pembatalan acara tersebut dengan jelas dan terbuka. Maka saya mohon, mari kita hentikan postingan-postingan di media sosial yang bersifat menghujat dan berpotensi memicu kegaduhan,” katanya.
Sebagai tokoh adat, Rajo Sampono menegaskan bahwa masyarakat Katapiang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga martabat nagari sebagai entitas yang menjunjung tinggi nilai adat dan budaya. Dalam pernyataannya, ia juga menolak keras segala upaya provokasi yang dapat mencemarkan keharmonisan sosial.
“Saya tidak ingin persoalan ini dimanfaatkan oleh mereka yang memang senang membuat kekacauan. Kita adalah masyarakat yang beradat. Mari kita jaga kehormatan nagari kita,” imbuhnya dengan nada serius.
Walaupun Pekan Kebudayaan Daerah Padangpariaman dibatalkan, Rajo Sampono memastikan bahwa semangat kebudayaan tetap menyala melalui pelaksanaan Pekan Budaya Nagari Katapiang. Ia menuturkan bahwa berbagai agenda budaya lokal seperti pertunjukan silek tradisi, seni lisan bapasambahan, dan bazar UMKM akan tetap digelar sesuai rencana.
“Insya Allah, 20 sanggar seni juga akan tampil di Pekan Budaya Nagari Katapiang,” jelasnya. Ia memastikan bahwa jadwal kegiatan tetap berlangsung pada 10–12 Juli 2025, dari Kamis hingga Sabtu, demi menghormati undangan dan para perantau yang telah mempersiapkan kehadiran mereka.
“Kalau hari kegiatan tidak mungkin kita geser atau kita kurangi. Sebab, kita sudah menyebar undangan. Bisa kecewa tamu dan para perantau yang akan hadir,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Rajo Sampono mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Padangpariaman, untuk bersatu dalam semangat kebudayaan. Ia berharap ajang ini menjadi simbol kekuatan masyarakat adat dalam menjaga tradisi dan mempererat solidaritas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Padangpariaman ikut hadir menyaksikan dan memeriahkan kegiatan yang ditopang oleh semangat besar anak nagari ini,” pungkasnya. (*)
