BREAKING NEWS
    2,205 view

    Ramadhan 1447 H, Bupati Welly Tekankan Disiplin Laporan dan Penguatan Nilai ABS-SBK

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian saat menghadiri wirid pengajian dan doa bersama menyambut Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Muttaqin, Pasaman Islamic Center, Rabu (18/2/26). (Foto: Diskominfo Pasaman)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Menjelang datangnya Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus pembinaan moral aparatur. Penegasan itu disampaikan Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat menghadiri wirid pengajian dan doa bersama di Masjid Agung Al-Muttaqin, Rabu (18/2).

    Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pasaman Islamic Center tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, staf ahli, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman.

    Dalam arahannya, Bupati Welly menegaskan bahwa momentum Ramadhan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan ritme kerja. Ia meminta seluruh OPD tetap fokus menuntaskan berbagai laporan strategis pemerintahan secara tepat waktu dengan memastikan ketelitian dan keselarasan data.

    Sejumlah dokumen yang menjadi prioritas antara lain Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), serta Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP).

    Menurutnya, akuntabilitas administrasi mencerminkan profesionalisme sekaligus wibawa pemerintah daerah. Karena itu, ia menekankan tidak boleh ada keterlambatan, perbedaan data antarperangkat daerah, maupun sikap saling menunggu dalam proses penyelesaian laporan.

    Selain aspek administratif, Bupati juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas-OPD dan menghindari ego sektoral agar citra pemerintah tetap terjaga sebagai institusi yang tertib dan kredibel di mata masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Welly Suhery turut menegaskan penerapan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan moral pembangunan daerah. Ia menyebut penguatan nilai ABS-SBK menjadi program unggulan pertama dari sepuluh program prioritas yang telah dicanangkan.

    Filosofi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau itu, lanjutnya, harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah. Penguatan ABS-SBK tidak hanya berdiri sebagai agenda tersendiri, tetapi juga menjiwai sembilan program prioritas lainnya.

    Bupati menekankan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari capaian fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia menyebut pembangunan ideal adalah yang kokoh secara struktural sekaligus kuat secara moral.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah oleh Ustad Masri yang mengangkat tema tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbaiki hubungan antarsesama serta saling memaafkan.

    Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Pasaman, dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antara Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran pejabat serta ASN. (*)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of TimAS
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *