AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,394 view

Revitalisasi Kawasan Kota Tua Padang Dipercepat, Data Bangunan Dipetakan

Berita visual: bagaimana Revitalisasi kawasan Kota Tua Padang berdampak pada masyarakat luas?
Wako Padang, Fadly Amran, memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id — Revitalisasi kawasan Kota Tua Padang dipercepat Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui pemetaan seluruh bangunan di kawasan tersebut pada Jumat (18/09/2026). Wali Kota Padang Fadly Amran meminta identifikasi bangunan, kepemilikan, pemanfaatan, dan nilai sejarah segera dituntaskan.

Fadly Amran menyampaikan hal itu saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.

Menurut Fadly, pendataan secara menyeluruh diperlukan sebelum penataan kawasan dilakukan. Data itu mencakup kondisi bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah setiap persil.

Bangunan yang mempunyai nilai sejarah dan masuk kategori cagar budaya menjadi salah satu perhatian utama. Penataan harus tetap mempertahankan karakter sejarah serta nilai budaya kawasan.

Fadly meminta proses identifikasi tersebut dipercepat dengan target penyelesaian dalam waktu dekat. Setelah seluruh informasi bangunan dan persil diperoleh, tahapan revitalisasi dapat segera berjalan.

“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan. Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” ujar Fadly Amran.

Rapat itu juga membahas arah pengembangan kawasan agar tidak hanya berfokus pada penataan fisik. Fadly melihat identitas kuliner Padang yang kuat dan beragam sebagai potensi yang dapat dikembangkan bersamaan dengan revitalisasi kawasan Kota Tua Padang.

Pengembangan gastronomi, menurut dia, membutuhkan rebranding yang autentik serta tata kelola profesional dengan melibatkan berbagai sektor. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat posisi Padang dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.

Pemko Padang menyatakan siap mengambil peran sebagai fasilitator dalam pengembangan kawasan tersebut. Revitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pemko Padang siap menjadi fasilitator agar revitalisasi kawasan Kota Tua Padang berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi, bukan sekadar proyek infrastruktur. Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” pungkasnya.

Rapat dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, serta Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.

Hadir pula Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, Ketua Pokdarwis Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie, dan Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor.

Dengan pemetaan bangunan dan kejelasan status setiap persil, Pemko Padang menyiapkan dasar penataan kawasan, pelestarian cagar budaya, serta pengembangan revitalisasi kawasan Kota Tua Padang sebagai ruang publik, sosial, ekonomi, sejarah, dan wisata kuliner. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version