BREAKING NEWS
    952 view

    Rp115 M Dikucurkan untuk 38 Ribu UMKM di Sumbar yang Terdampak Bencana

    Waktu Baca: 3 menit
    Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menghadiri kegiatan Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026). (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

    Padang, AyoSumbar.id – UMKM di Sumbar terdampak bencana mendapat dukungan pemulihan dengan alokasi sekitar Rp115 miliar untuk sekitar 38.000 pelaku usaha. Program tersebut dilaksanakan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026).

    Gubernur Sumatera Barat hadir bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza dalam kegiatan peningkatan kapasitas wirausaha terdampak bencana tersebut.

    Gubernur menilai perhatian terhadap UMKM penting karena sektor ini menjadi salah satu penggerak perekonomian Sumatera Barat. Jumlah UMKM di provinsi itu disebut mencapai hampir 750.000 unit.

    “Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumatera Barat,” ujar Gubernur.

    Menurut Gubernur, dampak bencana tidak terbatas pada kerusakan infrastruktur. Aktivitas ekonomi masyarakat juga terganggu, terutama usaha yang membutuhkan kelancaran transportasi dan mobilitas konsumen.

    Pemerintah daerah karena itu berupaya mempertahankan akses transportasi agar tetap berfungsi ketika bencana terjadi. Langkah tersebut diperlukan supaya kegiatan ekonomi masyarakat di jalur terdampak tetap dapat berlangsung.

    Perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM juga mendapat apresiasi. Selain bantuan, kementerian memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu pelaku usaha memulihkan sekaligus mengembangkan bisnisnya.

    Gubernur menekankan bahwa pemulihan tidak cukup hanya mengembalikan kondisi usaha seperti sebelum bencana. UMKM perlu didorong meningkatkan kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, perluasan pasar, jejaring kemitraan, serta akses pembiayaan.

    “Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

    Ia juga meminta pelaku UMKM memanfaatkan dukungan yang tersedia dan tetap berusaha setelah menghadapi dampak bencana.

    “Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” pesannya.

    Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan, sasaran program mencakup sekitar 38.000 UMKM di Sumatera Barat. Total dukungan yang disiapkan mencapai sekitar Rp115 miliar.

    Menurut Helvi, bantuan tersebut tidak dirancang sekadar sebagai hibah. Dana diarahkan untuk pemulihan sekaligus pemberdayaan agar keberlangsungan usaha dapat terjaga.

    “Tujuannya bukan sekadar dana hibah yang bisa digunakan suka-suka. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha,” ujar Helvi.

    Kementerian UMKM juga mensyaratkan pelatihan dan pendampingan bagi penerima program. Materinya antara lain literasi keuangan serta pencatatan transaksi melalui perbankan.

    Pencatatan tersebut diharapkan membuat perkembangan usaha terdokumentasi. Data itu selanjutnya dapat menjadi dasar untuk membuka peluang pembiayaan dan mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala usahanya.

    Pada pelaksanaan Regional II Sumatera Barat, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana mengikuti pelatihan. Materinya meliputi peningkatan kapasitas produksi, literasi keuangan, dan akses pasar.

    Universitas Andalas turut terlibat melalui lembaga inkubator bisnis. Lembaga tersebut memberikan pendampingan lanjutan untuk memperkuat kualitas produk, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan pengembangan usaha.

    Dukungan pembiayaan, pelatihan, pendampingan, serta akses pasar melalui Klinik UMKM Minang Bangkit diarahkan untuk mempercepat pemulihan UMKM di Sumbar terdampak bencana dan mendorong usaha berkembang lebih kuat serta adaptif. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *