AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
18,081 view

RPJMD Pasaman Barat 2025-2029 Bidik Infrastruktur, Ekonomi, hingga Adat

Cuplikan visual dari kejadian terbaru terkait RPJMD Pasaman Barat 2025-2029.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, saat pembukaan Musrenbang RPJMD Pasaman Barat 2025-2029 di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, kemarin. (Foto: Diskominfo Pasbar)

Pasaman Barat, AyoSumbar.id – RPJMD Pasaman Barat 2025-2029 resmi dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, kemarin.

Forum strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, sebagai langkah awal penyusunan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Yulianto menegaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pasaman Barat 2025-2029 merupakan dokumen penting yang menjabarkan visi dan misi kepala daerah dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan RPJMN.

Menurutnya, dokumen RPJMD Pasaman Barat 2025-2029 menjadi peta jalan pembangunan yang bertumpu pada kebutuhan riil masyarakat.

“RPJMD ini adalah pijakan untuk mewujudkan Pasaman Barat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan, berlandaskan agama dan budaya. Setiap visi dan misi harus diterjemahkan ke dalam tujuan dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Yulianto.

Lebih lanjut, ia memaparkan enam misi utama yang menjadi pilar pembangunan daerah. Di antaranya, peningkatan keimanan dan pelestarian budaya melalui peran lembaga adat, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, hingga tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan responsif terhadap publik.

Musrenbang RPJMD Pasaman Barat 2025-2029, jelas Yulianto, dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang pedoman penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah.

Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan rancangan kebijakan pembangunan. “Perencanaan bukan sekadar prosedur administratif. Ia adalah wadah untuk menyusun arah pembangunan yang benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, partisipasi publik dalam Musrenbang ini sangat krusial,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Menurutnya, kualitas dokumen RPJMD akan menjadi tolok ukur dalam penilaian kinerja pemerintah daerah secara nasional.

“Kita tidak bisa bicara pembangunan tanpa rencana yang solid. Hari ini, kualitas perencanaan sudah menjadi indikator utama dalam penilaian Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja daerah,” ungkap Medi.

Musrenbang RPJMD Pasaman Barat 2025-2029 di Pasaman Barat ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, adaptif terhadap tantangan zaman, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan momen penting untuk merumuskan masa depan daerah secara kolektif. (*)

Avatar of Aprizal Noer
M Afif Azari
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version