Saluran Tersier di Korong Rimbo Karambia Dikeruk, Wabup Padang Pariaman Minta Pekerjaan Dipercepat
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Saluran tersier di Korong Rimbo Karambia menjadi perhatian Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, saat meninjau langsung pekerjaan pengerukan bandar buangan di Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakis, kemarin. Ia meminta pekerjaan dipercepat agar manfaat pengendalian banjir segera dirasakan masyarakat, terutama pada kawasan rawan genangan.
Dalam kunjungan tersebut, Rahmat menegaskan bahwa momentum musim kemarau harus dimaksimalkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan di saluran tersier di Korong Rimbo Karambia tersebut. Ia juga meminta penambahan tenaga kerja maupun alat berat jika diperlukan.
“Kami minta pekerjaan ini dipercepat. Selagi cuaca mendukung, jika diperlukan bisa ditambah tenaga kerja maupun satu unit alat berat lagi agar pengerukan segera selesai sampai ke muara,” kata Rahmat saat meninjau lokasi.
Turut mendampingi Wakil Bupati antara lain Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Camat Ulakan Tapakis.
Di lokasi, Kepala Alat Kelengkapan (Alkal) Dinas PUPR Padang Pariaman, Hendra Abdilah, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan karena saluran air di kawasan tersebut mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang menumpuk dalam waktu lama.
Kondisi itu menyebabkan aliran air tidak lancar dan kerap meluap saat hujan dengan intensitas tinggi. “Saluran air sudah dangkal dan menyempit karena penumpukan sedimen tanah. Kondisi ini menyebabkan aliran sering tersumbat dan berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Hendra.
Ia menyebutkan, pekerjaan pengerukan mencakup panjang sekitar 700 meter dengan lebar saluran mencapai tujuh meter. Proses ini diperkirakan berlangsung sekitar tujuh hari, tergantung kondisi cuaca di lapangan.
Kawasan Rimbo Karambia sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Pada bencana hidrometeorologi November 2025, sejumlah lahan pertanian dan permukiman warga sempat terdampak akibat kapasitas saluran yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Pemerintah daerah berharap normalisasi ini dapat mengembalikan fungsi aliran air sehingga risiko banjir pada musim hujan mendatang dapat ditekan. Upaya tersebut juga diharapkan melindungi lahan pertanian, permukiman warga, serta infrastruktur sekitar seperti jembatan yang melintasi aliran tersebut.
Pemkab Padang Pariaman menilai normalisasi saluran air menjadi langkah penting dalam mitigasi bencana, terutama di wilayah yang berulang kali terdampak banjir akibat pendangkalan sungai dan drainase. (*)
