BREAKING NEWS
    7,448 view

    Bantah Isu Penghapusan Bantuan Keuangan Khusus

    Sekda Yudesri Pastikan Siswa SLTA di Pasaman Tetap Dapat Pendidikan Gratis

    Waktu Baca: 2 menit
    Sekda Pasaman, Yudesri, memberikan keterangan terkait keberlangsungan pendidikan gratis di SLTA Pasaman. Ia memastikan program itu tetap berjalan. (Foto: Diskominfo Pasaman)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri, menegaskan pendidikan gratis untuk SLTA (SMA/SMK) tetap berjalan normal. Pernyataan ini muncul menanggapi isu yang menyebutkan layanan pendidikan gratis akan dihentikan.

    Menurut Yudesri, surat Sekda Nomor 900/1637/Sekr/Bakeuda/2025 kepada Gubernur Sumbar bertujuan meminta kelanjutan pendidikan gratis, bukan menghentikannya.

    Ia menekankan, Pemkab Pasaman hingga kini tidak mengalami gangguan terkait program pendidikan gratis tersebut.

    “Surat ini adalah permohonan agar pendidikan gratis tetap berjalan dan berlanjut tahun berikutnya,” jelas Yudesri.

    Ia menambahkan, surat itu mencatat Pemkab Pasaman hanya mampu mencairkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar 50 persen.

    Kondisi ini terjadi karena keterbatasan keuangan daerah, dan diharapkan pemerintah provinsi mencari solusi agar program tetap lancar.

    Lebih lanjut, Yudesri menyebut poin kedua surat menegaskan pendidikan menengah menjadi kewenangan provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

    Ia menegaskan, Pemkab Pasaman meminta provinsi tetap mengalokasikan anggaran agar pendidikan gratis SLTA/SMK berjalan sesuai rencana.

    Sekda menambahkan, penyesuaian anggaran BKK tidak akan mengganggu layanan pendidikan. Pemkab Pasaman menunda pengeluaran tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, pengadaan aset baru, atau perbaikan fasilitas non-urgen. “Penghematan dilakukan untuk menjaga kualitas belajar tetap aman,” kata Yudesri.

    Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Pasaman, Muslim, menegaskan tidak ada siswa SLTA/SMK yang dibebankan SPP.

    Semua sekolah masih menerapkan layanan pendidikan gratis seperti biasa. Para guru menerima gaji tepat waktu, dan orang tua tidak mengalami tambahan biaya.

    Muslim menambahkan, jika terjadi pengurangan BKK, dampaknya tidak pada layanan inti. Rasionalisasi dapat dilakukan pada belanja yang bisa ditunda, termasuk perjalanan dinas, pembelian komputer, AC, dan perbaikan fasilitas lainnya.

    Dengan strategi ini, Pemkab Pasaman memastikan pendidikan gratis di Pasaman tetap berjalan lancar. Sekolah, guru, dan siswa tetap mendapat layanan stabil meski ada penyesuaian anggaran. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Arditono
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *