BREAKING NEWS
    4,991 view

    Sensus Ekonomi 2026 di Pasaman, Bupati Welly: Data itu Ibarat Cahaya, Harus Akurat

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Pasaman, Welly Suhery didampingi Wabup H. Parulian, bersama Kepala BPS Pasaman Nita Andriani, Forkopimda, pimpinan OPD, perwakilan instansi vertikal dan BUMN, serta undangan lainnya, dalam sosialisasi SE2026 di room meeting Kafe Ambun, Ambun Water Park, Lubuk Sikaping, Selasa (2/12/2025). (Foto: Diskominfo Pasaman)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Sensus ekonomi 2026 di Pasaman mulai disosialisasikan pada Selasa (2/12/2025). Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa masyarakat perlu berpartisipasi agar proses pendataan berjalan optimal.

    Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) itu berlangsung di room meeting Kafe Ambun, Ambun Water Park, Lubuk Sikaping. Kegiatan tersebut diadakan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemkab Pasaman, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

    Bupati Welly membuka acara secara resmi. Turut hadir Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, Kepala BPS Pasaman, Nita Andriani, Forkopimda, pimpinan OPD, perwakilan instansi vertikal dan BUMN, media, serta tamu undangan lainnya.

    Welly menyampaikan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi perlu mengedepankan ketelitian dan penggunaan metodologi baku. Ia menilai langkah itu penting agar hasilnya valid dan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat Pasaman.

    “Karena ini sensus, petugas akan mendatangi setiap individu. Data yang terkumpul harus bisa kita maksimalkan untuk menyusun kebijakan statistik demi pembangunan Pasaman ke depan,” ujarnya.

    Ia pun mengilustrasikan bahwa data berfungsi sebagai cahaya dalam proses pengambilan keputusan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan kesulitan mencapai sasaran bila bergerak tanpa angka yang presisi.

    “Data itu ibarat cahaya di tengah kegelapan. Jika kita berjalan tanpa data, maka kita hanya mengandalkan perasaan dan peluang salah semakin besar. Kita seolah berjalan lurus, padahal sebenarnya melenceng jauh dari tujuan,” kata Welly.

    Ia menambahkan bahwa Pemkab Pasaman membutuhkan data kuat agar kebijakan untuk mewujudkan Pasaman Bangkit dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

    Sementara itu, Kepala BPS Pasaman Nita Andriani menerangkan bahwa SE2026 merupakan agenda nasional untuk memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh, khususnya sensus ekonomi 2026 di Pasaman. Ia menjelaskan bahwa hasil pendataan akan menjadi dasar pembentukan berbagai indikator ekonomi yang dibutuhkan daerah.

    Menurut Nita, data sensus berperan sebagai kerangka awal bagi survei-survei lanjutan. Banyak program pemerintah, termasuk Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, hingga perizinan berbasis OSS, membutuhkan basis data yang akurat agar implementasinya sesuai regulasi.

    Di penghujung acara, Bupati Welly Suhery bersama Kepala BPS Pasaman Nita Andriani menandatangani Piagam Dukungan dan Komitmen Bersama untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Pasaman. (*)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of Arditono
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *