AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik

Sinergi Pemda Pasbar dan PT BPP: Bedah Rumah Komprehensif Guna Percepatan Penurunan Stunting

Potret langsung dari kejadian yang melibatkan Sinergi.
Jajaran pejabat Pemda Pasaman Barat dan manajemen PT Bakrie Pasaman Plantations (BPP) berfoto bersama di depan Rumah Layak Huni (RTLH) yang baru saja direhab dan diserahkan secara simbolis di Jorong Silawai Timur, Pasaman Barat, Jumat (24/4).(Foto: Diskominfo Pasbar/Saipen TimAS)

Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pengentasan kemiskinan serta percepatan penurunan stunting kembali diperkuat di Kabupaten Pasaman Barat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bakrie Pasaman Plantation (BPP), tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga kecamatan berbeda kini resmi direhabilitasi menjadi hunian layak bagi masyarakat.

Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Silawai Timur, Kecamatan Sungai Beremas, Jumat (24/4). Adapun penerima manfaat adalah Gusnaldi (Sungai Beremas), Suhendar (Koto Balingka), dan Ilias (Sungai Aur). Dengan total anggaran Rp100.200.000, masing-masing keluarga mendapatkan alokasi Rp33.400.000 yang mencakup renovasi fisik rumah, pembangunan sumber air bersih, sanitasi layak, sambungan listrik bersubsidi, hingga paket kompor gas lengkap.

Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, yang hadir mewakili Bupati Yulianto, menegaskan pentingnya akurasi data dalam pengentasan kemiskinan. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025, terdapat 219.789 jiwa pada desil 1 hingga 4 yang menjadi sasaran utama program.

“Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025, terdapat 219.789 jiwa pada desil 1 hingga 4 yang menjadi sasaran program penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Ini membutuhkan langkah koordinasi lintas sektor yang lebih tajam, mulai dari penetapan sasaran, integrasi program, hingga efektivitas anggaran,” jelas Doddy dalam sambutannya.

Doddy juga menyoroti keterkaitan erat antara hunian tidak layak dengan angka stunting di Pasaman Barat yang saat ini mencapai 12,4 persen.

“Prevalensi stunting di Pasaman Barat tahun 2025 berada di angka 12,4 persen atau sekitar 4.056 balita. Penanganannya tidak bisa hanya dari sektor kesehatan, karena 70 persen faktor penyebabnya berasal dari aspek gizi sensitif seperti sanitasi, pola asuh, akses pangan, dan layanan dasar lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan mencapai target besar pada tahun 2026 mendatang.

“Upaya ini kita lakukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mencapai target pembangunan, yakni menurunkan angka kemiskinan menjadi 6,16 persen, prevalensi stunting menjadi 11,52 persen, serta penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026,” tambahnya.

Anggota DPRD Pasaman Barat, Hamidi, turut memberikan apresiasi terhadap peran sektor swasta. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak. Kehadiran perusahaan melalui CSR seperti ini sangat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Manager PT Bakrie Pasaman Plantation, Ahmad Jari, menyatakan bahwa kepatuhan data dan visi pemerintah menjadi alasan utama perusahaan ikut berkontribusi.

“PT Bakrie Pasaman Plantation ikut serta karena kami melihat pemerintah memiliki visi, misi, dan program yang jelas. Dengan penyajian data yang akurat, verifikasi dan validasi terbuka di lapangan, serta keterbukaan dalam berbagi data, transparansi program dapat terjaga,” tegas Ahmad Jari.

Ia pun menyatakan kesiapan perusahaan untuk meningkatkan dukungan di masa depan. “Ke depan kami berkomitmen untuk meningkatkan alokasi anggaran CSR, setelah dilakukan evaluasi agar program ini benar-benar memberikan dampak maksimal bagi penerima manfaat,” pungkasnya.

Avatar of Saipen Kasri
Saipen Kasri
Penulis
Exit mobile version