AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,127 view

SPKLU Center Pertama di Sumbar Resmi Beroperasi, Dorong Kendaraan Listrik

Foto lapangan yang berkaitan dengan SPKLU Center.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat meresmikan SPKLU Center pertama di Sumbar, pada Kamis (1/10/2026). (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

Padang, AyoSumbar.id – SPKLU Center pertama di Sumatera Barat resmi beroperasi setelah Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meresmikannya di Kantor Pelayanan PLN SBU Regional Sumatera Bagian Tengah, Kamis (1/10/2026). Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih di Sumatera Barat.

Mahyeldi mengatakan kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik. Fasilitas itu juga sejalan dengan komitmen Sumatera Barat menuju Green Province.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan percepatan-percepatan dalam urusan kelistrikan. Di antaranya dengan hadirnya SPKLU Center yang pertama di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi dikutip Jumat (2/10/2026).

Menurut Mahyeldi, pengembangan energi bersih menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga dengan mendorong pemanfaatan energi surya, panas bumi, dan energi air.

Dukungan terhadap agenda lingkungan dan energi bersih juga datang dari pihak internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera Barat menerima dukungan dari Norwegia sebesar 3,5 juta dolar AS untuk pengembangan program terkait lingkungan dan energi bersih.

Selain itu, terdapat informasi mengenai dukungan Jerman melalui KfW. Mahyeldi berharap berbagai dukungan tersebut ikut mempercepat implementasi Green Province di Sumatera Barat.

“Semua ini mudah-mudahan menjadi bagian dari percepatan Green Province. Karena itu, dukungan dari PLN dan Kementerian ESDM sangat kita harapkan,” katanya.

Pemprov Sumbar juga telah menetapkan kebijakan agar setiap penggantian kendaraan dinas pemerintah diarahkan menggunakan kendaraan listrik. Kebijakan itu diharapkan mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

Mahyeldi berharap keberadaan SPKLU Center dan berbagai kemudahan dari PLN dapat memperluas penggunaan kendaraan listrik di Sumatera Barat. Menurutnya, langkah tersebut berkaitan dengan pengurangan emisi serta upaya menyediakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan dengan SPKLU Center dan gebyar pemotongan tambahan daya ini akan memberikan semangat dan kemudahan kepada kita di Sumatera Barat, sehingga energi hijau kemudian Sumbar hijau bisa kita implementasikan lebih cepat lagi yang akan memberikan kebaikan kepada kita semua,” ujar Gubernur.

Peresmian fasilitas dilakukan Mahyeldi bersama jajaran PLN dan Kementerian ESDM dengan pembacaan basmalah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap fasilitas tersebut memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam transisi energi nasional.

Infrastruktur Pengisian Daya Jadi Faktor Penting

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menilai peningkatan penggunaan kendaraan listrik harus dibarengi kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Ia menjelaskan kendaraan listrik berbasis baterai merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission 2060. Strategi tersebut mencakup sektor transportasi, rumah tangga, dan sektor lainnya.

“Switching ke listrik menjadi salah satu strategi kita untuk mencapai Net Zero Emission tahun 2060, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga rumah tangga dan sektor lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Sumatera Barat telah memiliki 102 SPKLU. Sekitar 90 unit di antaranya didominasi oleh PLN.

Dari sisi rasio, jumlah infrastruktur tersebut masih memberikan ruang bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Barat. Andriah menjelaskan rasio pelayanan SPKLU di daerah tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam ketentuan.

“Di Sumbar itu satu SPKLU melayani sekitar enam kendaraan. Sementara dalam ketentuan, rasionya satu SPKLU melayani 17 kendaraan. Artinya, peluang untuk memperbanyak kendaraan listrik masih cukup luas,” jelasnya.

Lima Ultra Fast Charging Berkapasitas 600 kW

Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menjelaskan SPKLU Center yang diresmikan memiliki lima unit ultra fast charging.

Masing-masing unit memiliki kapasitas 120 kW sehingga total kapasitas pengisian daya yang tersedia mencapai 600 kW.

Dukungan PLN juga mencakup program diskon 50 persen untuk pemasangan baru dan tambah daya listrik khusus di Sumatera Barat. Program tersebut berlaku selama dua minggu sebagai bagian dari rangkaian dukungan PLN dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.

Arsyadany mencatat hingga Agustus 2026 terdapat lebih dari 580 kendaraan listrik di Sumatera Barat. Pada tingkat nasional, PLN telah memiliki lebih dari 3.200 lokasi SPKLU.

Transaksi pada jaringan SPKLU PLN secara nasional mencapai sekitar 700.000 transaksi per bulan. Arsyadany menekankan manfaat fasilitas pengisian daya bagi masyarakat sebagai salah satu hal penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Yang paling penting bukan seberapa banyak charger yang dibangun, tetapi seberapa banyak fasilitas ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumatera Barat,” katanya. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version