AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
847 view

Sulam Kapalo Samek Menembus Panggung Kreatif Internasional di Belgia

Dokumentasi penting dari kejadian yang berkaitan dengan Sulam Kapalo Samek.
Sulam Kapalo Samek dari Padang Pariaman tampil dalam Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di The Big Hall, Antwerp Central Train Station, Belgia, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Antwerpen, AyoSumbar.id – Sulam Kapalo Samek, kerajinan khas Kabupaten Padang Pariaman, tampil di Belgia melalui Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026. Kehadiran karya para perajin tersebut menjadi bagian dari undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussels sekaligus ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Padang Pariaman di Eropa.

Rangkaian ICWB 2026 berlangsung di Antwerp dan Brussel. Salah satu agenda utamanya digelar di The Big Hall, Antwerp Central Train Station, Sabtu (3/10/2026), dengan menghadirkan berbagai karya kreatif Indonesia kepada masyarakat serta jejaring industri kreatif di Eropa.

Dalam ajang tersebut, Sulaman Kapalo Samek tidak hanya diperkenalkan dalam bentuk kerajinan tradisional. Sulaman khas Padang Pariaman itu dikembangkan melalui perpaduan dengan desain fesyen modern agar dapat tampil lebih adaptif terhadap selera pasar internasional.

Pengembangan tersebut mendapat sentuhan desainer Indonesia, Itang Yunaz. Jika sebelumnya selendang menjadi salah satu produk utama Sulam Kapalo Samek, dalam ICWB 2026 sulaman khas tersebut diterapkan pada sejumlah model baju kurung dengan desain yang beragam.

Kolaborasi ini memperluas penggunaan Sulam Kapalo Samek dari produk yang identik dengan aksesori dan selendang menjadi bagian dari busana modern. Pendekatan tersebut sekaligus mempertahankan identitas khas sulaman Padang Pariaman.

Sejumlah model baju kurung dengan sentuhan Sulam Kapalo Samek diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Ragam desain disiapkan dengan mempertimbangkan karakter dan selera pasar tanpa menghilangkan identitas sulaman khas Padang Pariaman.

Pengembangan itu menjadi langkah untuk membuat Sulam Kapalo Samek lebih fleksibel memasuki industri fesyen. Bagi para perajin, langkah tersebut juga membuka ruang promosi, peluang peningkatan nilai tambah produk, perluasan jaringan pemasaran, serta kemungkinan kerja sama baru.

Kehadiran Padang Pariaman dalam ICWB 2026 menjadi bagian dari pertemuan antara kekayaan budaya Indonesia, pelaku UMKM, diaspora, desainer, dan jejaring industri kreatif internasional.

Acara tersebut dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Andy Rachmianto, bersama Ibu Ismi Andy Rachmianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussels.

Dukungan KBRI Brussels turut membuka ruang diplomasi budaya bagi produk Indonesia, termasuk Sulaman Kapalo Samek dari Padang Pariaman.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menyebut keikutsertaan Sulam Kapalo Samek sebagai kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Padang Pariaman sekaligus membuka peluang pasar baru bagi perajin.

Menurutnya, kekuatan Sulam Kapalo Samek tidak hanya berasal dari keindahan motif dan teknik pengerjaan, tetapi juga dari nilai budaya yang melekat di dalamnya. Pengetahuan dan keterampilan para perajin diwariskan secara turun-temurun melalui setiap pengerjaan motif dan helai benang.

“Keikutsertaan Sulam Kapalo Samek di Belgia bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah produk, tetapi juga membawa identitas dan budaya Padang Pariaman ke dunia internasional. Kami berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya dikutip Senin (5/10/2026).

Indonesia Creative Week Belgium 2026 diselenggarakan Native Indonesia, sebuah gerakan diaspora yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia sekaligus mendorong UMKM Indonesia agar berkembang dan dikenal di tingkat internasional.

ICWB juga membawa semangat pemberdayaan perempuan melalui penguatan potensi kreatif dan ekonomi berbasis budaya. Kolaborasi diaspora, KBRI Brussels, pelaku UMKM, perajin, desainer, dan berbagai pihak menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Bagi Padang Pariaman, kehadiran di Belgia tidak sekadar menjadi promosi produk. Sulam Kapalo Samek juga dibawa sebagai representasi identitas budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, kreativitas, dan kearifan lokal.

Perjalanan Sulaman Kapalo Samek dari sentra-sentra perajin di Padang Pariaman menuju Antwerp dan Brussel menunjukkan pengembangan produk berbasis tradisi melalui inovasi dan desain.

Dukungan KBRI Brussels, kolaborasi dengan Itang Yunaz, serta jejaring diaspora melalui Native Indonesia menjadi bagian dari upaya membuka ruang promosi dan pasar internasional bagi produk lokal.

Bagi Kabupaten Padang Pariaman, momentum ICWB 2026 diharapkan menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang untuk memperkenalkan Sulam Kapalo Samek, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan kesejahteraan perajin, memperluas pasar UMKM, serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version