AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,114 view

Tantangan Era VUCA, Bupati Padang Pariaman: Keluarga Benteng Generasi

Foto dokumentasi peristiwa terbaru terkait Era VUCA.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengajak masyarakat memperkuat keutuhan keluarga saat apel gabungan di halaman Kantor Bupati. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap keluarga dalam menyiapkan generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada apel gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di halaman Kantor Bupati, IKK Parit Malintang, Senin (6/7/2026).

Di hadapan aparatur sipil negara, Bupati membuka pidato dengan pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh orang tua sebagai bahan renungan. “Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?” tanyanya.

Menurutnya, pertanyaan tersebut bukan sekadar ajakan untuk berefleksi, melainkan dorongan agar setiap keluarga kembali menguatkan fungsinya sebagai tempat pertama anak belajar sekaligus benteng menghadapi perubahan zaman.

Dalam pidato itu dijelaskan bahwa era VUCA ditandai oleh perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan tantangan yang terus berkembang. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, anak-anak kini semakin mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih kuat dari orang tua agar nilai moral dan karakter tetap terjaga.

“Jika keluarga rapuh, maka anak-anak akan kehilangan tempat paling aman untuk bertumbuh. Karena itu, memperkuat keluarga bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Bupati saat membacakan pidato Menteri.

Ia menambahkan, Indonesia sedang menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun, kesempatan tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila lahir generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter. Sebaliknya, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban apabila kualitas sumber daya manusia tidak dipersiapkan sejak dini.

Karena itu, pembangunan manusia harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui penguatan tiga fondasi utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Upaya pencegahan stunting, pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan, pembentukan karakter sejak usia dini, serta terciptanya lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang disebut sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam proses pengasuhan. Menurutnya, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta partisipasi aktif dalam setiap tahap tumbuh kembang anak.

“Jangan biarkan anak-anak kita lebih mengenal layar daripada pelukan orang tuanya. Luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka, makan bersama, berdialog, serta membangun kedekatan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Rumah harus menjadi tempat yang paling nyaman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya kasus perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas merupakan sinyal bagi seluruh keluarga agar kembali memperkuat fungsi pengasuhan. Menurutnya, menjaga anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah, tetapi dimulai dari rumah sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter.

“Keutuhan keluarga adalah benteng pertama dan terakhir dalam melindungi anak-anak kita. Tidak ada pembangunan yang lebih penting daripada menjaga keluarga tetap harmonis, karena dari keluargalah lahir pemimpin, ilmuwan, tenaga profesional, dan generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” tegasnya.

Mengakhiri pidato Menteri, Bupati mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

“Mari kita jaga keutuhan keluarga, perkuat kasih sayang antara orang tua dan anak, serta hadirkan rumah sebagai tempat yang penuh cinta, pendidikan, dan keteladanan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul. Dari generasi yang unggul akan lahir Indonesia yang kuat,” pungkasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version