BREAKING NEWS

    Transparansi Audit Jadi Sorotan, Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Pasaman Barat dengan Pengamanan Ketat Polres

    Waktu Baca: 4 menit

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id — Puluhan mahasiswa dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB) menggelar aksi demonstrasi damai pada Jumat (30/1) di dua titik strategis, yakni Kantor Inspektorat dan Kantor Bupati Pasaman Barat. Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan aspirasi terkait keterbukaan informasi publik, khususnya mengenai transparansi hasil audit kinerja pemerintah daerah.

    Massa mahasiswa mulai berkumpul pada siang hari dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Orasi dipimpin langsung oleh Rido, yang tampil sebagai orator utama dalam aksi tersebut. Dengan suara lantang, Rido menyampaikan bahwa mahasiswa hadir untuk mengingatkan pemerintah agar lebih terbuka dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

    Dalam orasinya, Rido menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes, melainkan panggilan moral mahasiswa sebagai agen kontrol sosial. Ia menekankan bahwa transparansi audit merupakan hal mendasar yang harus dijalankan pemerintah daerah demi menjaga kepercayaan publik.

    Pengamanan di lapangan dilakukan secara ketat oleh jajaran Polres Pasaman Barat. Kabag Ops Polres Pasbar, Kompol Muzhendra, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya pengamanan bersama Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar, S.H., M.H., serta Kasat Samapta AKP Dwi Hadiyanto, S.H. Sebanyak 20 personel diturunkan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman dan tertib.

    Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kapolsek Pasaman, AKP Zulfikar, menjelaskan bahwa aksi mahasiswa ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pola komunikasi dan pelayanan di instansi terkait. Menurutnya, pengalaman kurang menyenangkan saat mahasiswa melakukan kunjungan sebelumnya menjadi salah satu pemantik gerakan massa.

    “Aksi ini terkait kinerja Inspektorat Kabupaten Pasaman Barat. Alasan mereka, mungkin karena pernah bersilaturahmi namun pelayanan kurang baik, yang akhirnya membuat mereka menyampaikan aspirasi ini secara bersama-sama,” ujar AKP Zulfikar di tengah pengawalan aksi.

    Mahasiswa menekankan bahwa tuntutan utama mereka adalah mendesak Inspektorat agar lebih terbuka mengenai hasil audit kinerja. Mereka menilai transparansi merupakan bentuk pertanggungjawaban instansi kepada masyarakat. Namun, aspirasi ini terbentur aturan internal mengenai kerahasiaan dokumen negara yang tidak bisa dibagikan secara bebas.

    Inspektur Inspektorat Pasaman Barat, Emnita Nadirua, S.E., M.M., memberikan penjelasan langsung kepada massa aksi mengenai batasan regulasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membagikan hasil pemeriksaan tanpa prosedur resmi. Penjelasan ini disampaikan untuk meredakan ketegangan dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa.

    “Dari Inspektorat punya aturan tersendiri, bahwa mereka tidak bisa memberikan hasil pemeriksaan kepada publik atau umum. Itulah yang akhirnya membuat mereka menyampaikan uneg-uneg,” ungkap Emnita saat berdialog langsung dengan mahasiswa.

    Setelah menuntaskan orasi di Inspektorat, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Pasaman Barat. Di lokasi kedua ini, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan melekat guna mengantisipasi gangguan ketertiban umum serta memastikan arus lalu lintas di sekitar pusat pemerintahan tetap lancar.

    Kompol Muzhendra mengungkapkan bahwa kekuatan pengamanan yang dikerahkan melibatkan koordinasi antar-satuan untuk menjamin keselamatan massa aksi maupun pegawai di kantor pemerintahan. “Kami dari Polres Pasbar ikut mengamankan adik-adik mahasiswa pada hari ini, didukung oleh Kapolsek Pasaman, Kasat Samapta, dan 20 personel. Alhamdulillah berjalan dengan tertib dan lancar,” tuturnya.

    Aksi mahasiswa berlangsung dalam suasana damai meskipun sempat terjadi perdebatan mengenai keterbukaan data. Demonstrasi tidak berujung pada tindakan perusakan atau anarkisme yang merugikan kepentingan publik. Hal ini menunjukkan kedewasaan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    Pihak kepolisian mengapresiasi sikap kooperatif para mahasiswa yang mampu menjaga emosi selama aksi. Menurut aparat, hal ini menjadi contoh positif bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang santun dan tetap dalam koridor hukum.

    Hingga massa membubarkan diri secara teratur, situasi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat dinyatakan tetap terkendali. Tidak ada insiden yang mengganggu stabilitas keamanan selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.

    “Tidak ada tindakan anarkis. Penyampaian aksi ramai dan berjalan dengan lancar,” pungkas AKP Zulfikar mengakhiri keterangannya terkait situasi akhir di lapangan.

    Aksi damai ini menjadi catatan penting bagi masyarakat Pasaman Barat bahwa mahasiswa masih konsisten menjalankan peran sebagai agen kontrol sosial. Mereka hadir untuk mengingatkan pemerintah agar tetap transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

    Dengan berakhirnya aksi tanpa insiden, masyarakat berharap tuntutan mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Transparansi audit yang disuarakan diharapkan menjadi pintu masuk bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berpihak pada kepentingan rakyat.

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *