AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,506 view

Uang Saku Peserta Program Pemagangan Nasional Naik

Foto yang menangkap dinamika Uang Saku Peserta Program Pemagangan Nasional dalam peristiwa besar.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, berdialog dengan peserta Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas, Padang. (Foto: Kemenaker)

Padang, AyoSumbar.id – Uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) akan disesuaikan mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan kesejahteraan peserta.

Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan penyesuaian uang saku peserta Program Pemagangan Nasional dilakukan karena UM 2026 di sejumlah daerah mengalami peningkatan. Kebijakan ini bertujuan memastikan dukungan biaya hidup peserta tetap relevan selama mengikuti pelatihan dan praktik kerja di perusahaan maupun lembaga.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi peserta program di RS Universitas Andalas, Kamis (12/02/2026). “Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” ujarnya.

Ia mencontohkan di Provinsi Sumatera Barat, UM pada 2025 sebesar Rp2.994.193 dan pada 2026 meningkat menjadi Rp3.182.955. Kenaikan ini berdampak langsung pada peningkatan uang saku peserta Program Pemagangan Nasional di wilayah tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepada peserta, Yassierli mengingatkan agar dana yang diterima dimanfaatkan secara produktif. “Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” pesannya.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Saat ini terdapat 46 peserta yang menjalani pemagangan di RS Unand, sementara secara keseluruhan ada 2.800 peserta Program Pemagangan Nasional di Sumatera Barat.

Yassierli juga berdialog langsung dengan peserta terkait pengalaman mereka selama mengikuti program. Peserta menyampaikan lingkungan kerja kondusif, pembimbing responsif, serta praktik kerja membantu meningkatkan keterampilan.

Ia menegaskan program ini menjadi salah satu prioritas nasional. “Program Pemagangan Nasional ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenapa? Karena kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Menurutnya, uang saku peserta Program Pemagangan Nasional bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus menekan angka pengangguran. “Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM unggul dan menurunkan tingkat pengangguran,” tambahnya.

Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan program semakin adaptif terhadap kebutuhan industri serta mampu menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Yassierli. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version