AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
7,532 view

Uji Kesiapsiagaan 200 Ribu Warga, Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang segera Digelar

Visualisasi yang mendukung laporan investigatif mengenai Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang.
Sekdako Padang, Andree Harmadi Algamar, memimpin rapat persiapan simulasi gempa dan tsunami di Youth Center Bagindo Aziz Chan Padang, Senin (13/10/2025). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Simulasi gempa dan tsunami di Padang akan digelar untuk menguji kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana alam besar tersebut. Pemerintah Kota Padang menjadwalkan kegiatan ini pada 5 November 2025 di delapan kecamatan rawan gempa dan tsunami.

Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Harmadi Algamar menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan dengan standar keselamatan tinggi. “Saat simulasi, semua pihak wajib memastikan tidak ada kecelakaan. Targetnya zero accident,” ujar Andree saat memimpin Rapat Persiapan Drill Tsunami di Youth Center Bagindo Aziz Chan Padang, Senin (13/10/2025).

Simulasi gempa dan tsunami di Padang itu melibatkan 200.000 warga dari 55 kelurahan di delapan kecamatan. Wilayah tersebut mencakup Bungus Teluk Kabung, Koto Tangah, Nanggalo, Padang Barat, Padang Selatan, Padang Timur, dan Padang Utara. Menurut Andree, seluruh kelurahan tersebut memiliki tingkat risiko tinggi berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kota Padang Tahun 2023.

Selama simulasi gempa dan tsunami di Padang, peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mereka meliputi siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi, karyawan hotel, petugas rumah sakit, pegawai perusahaan swasta, serta pedagang di pasar. “Keterlibatan semua lapisan masyarakat penting agar kesiapsiagaan berjalan menyeluruh,” jelas Andree.

Tepat pukul 10.00 WIB, tanda gempa akan dibunyikan melalui bel, kentongan, lonceng, atau pluit selama satu menit. Setelah itu, warga diarahkan untuk menyelamatkan diri dan menuju titik kumpul. Tim penanggung jawab akan melakukan pengecekan kondisi peserta sebelum melanjutkan evakuasi ke zona aman tsunami.

Andree menyebut, simulasi gempa dan tsunami di Padang ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda bencana, melakukan evakuasi mandiri, serta menguatkan koordinasi antar tim pengendali evakuasi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi evaluasi terhadap sistem tanggap darurat yang sudah ada.

Saat ini, lima kelurahan di Kota Padang ditetapkan sebagai zona hijau tsunami, yakni Lubuk Minturun, Aie Pacah, Sungai Sapih, Ampang, Lubuk Begalung, Simpang Haru, Sawahan, Sawahan Timur, dan Gunung Pangilun. Warga dari daerah berisiko tinggi akan diarahkan menuju kawasan ini saat simulasi berlangsung.

Andree menegaskan, isu gempa megathrust yang tengah berkembang harus menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih siap menghadapi ancaman bencana. “Simulasi ini bukan sekadar latihan, tapi langkah nyata melindungi warga dari potensi gempa dan tsunami,” tutupnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version