Unand Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Kemendikti Dorong Implementasi Kampus Berdampak
Tujuh
Padang, AyoSumbar.id– Universitas Andalas (Unand) kembali menambah amunisi intelektualnya dengan mengukuhkan tujuh guru besar baru dari tiga fakultas berbeda. Acara khidmat yang berlangsung di Convention Hall Unand pada Rabu (30/4/2025) ini menandai penguatan signifikan dalam berbagai disiplin ilmu di kampus ternama Sumatera Barat tersebut.
Ketujuh profesor yang resmi menyandang gelar kehormatan tertinggi di dunia akademik ini adalah:
- Prof. Dr. Lucky Zamzami, S.Sos., M.Soc.Sc. (Guru Besar Tetap dalam Bidang Antropologi Maritim), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
- Prof. Dr. Drs. Afrizal, MA (Guru Besar Tetap dalam Bidang Teori Sosiologi), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
- Prof. Dr. Drs. Alfan Miko, M.Si (Guru Besar Tetap dalam Bidang Sosiologi), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
- Prof. Dr. Drs. Zainal Arifin, M.Hum (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Sastra), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
- Prof. Dr. Masrizal, SKM., M.Kes (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
- Prof. Defriman Djafri, SKM., M.Sc., Ph.D (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
- Prof. Dr. Ir. Yusniwati, MP (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Ilmu Tanah), Fakultas Pertanian (Faperta).
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, dalam sambutannya menekankan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga amanah besar untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Guru besar bukan hanya penghasil ilmu pengetahuan, tetapi juga pemikul tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa ilmu tersebut berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Rektor Efa Yonnedi.
Dalam semangat “kampus berdampak”, para guru besar yang baru dikukuhkan diharapkan mampu melakukan transformasi mendalam melalui berbagai kontribusi. Hal ini meliputi menghasilkan lulusan berkualitas, publikasi jurnal dan karya ilmiah bereputasi, menghasilkan paten inovatif, hingga terlibat aktif dalam memecahkan beragam permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Acara pengukuhan ini diwarnai dengan penyampaian orasi ilmiah yang mendalam dari masing-masing guru besar. Orasi-orasi tersebut menyoroti kontribusi signifikan dari riset yang telah mereka lakukan terhadap pembangunan dan kemajuan keilmuan di Indonesia.
Di bidang sosial, Prof. Dr. Drs. Afrizal, MA, dalam orasinya yang berjudul “Masyarakat Tahan Konflik: Kontribusi Terhadap Sosiologi Indonesia”, mengupas tuntas bagaimana masyarakat dapat membangun ketahanan yang kokoh dalam menghadapi berbagai potensi konflik melalui pendekatan sosiologis yang komprehensif. Sementara itu, Prof. Dr. Drs. Alfan Miko, M.Si, mengangkat isu penting mengenai perubahan peran lanjut usia dalam konteks keluarga dan masyarakat Minangkabau modern melalui orasinya “Orang Lanjut Usia pada Keluarga dan Masyarakat Minangkabau yang Berubah: Sebuah Perspektif Sosiologi”.
Dari perspektif antropologi maritim, Prof. Dr. Lucky Zamzami, S.Sos., M.Soc.Sc., dalam orasinya menyoroti berbagai tantangan dan peluang dalam pembangunan masyarakat pesisir, menawarkan sudut pandang antropologis yang kaya dan relevan. Terakhir dari FISIP, Prof. Dr. Drs. Zainal Arifin, M.Hum, mengupas dinamika pembentukan komunitas baru di tengah masyarakat dan bagaimana fenomena ini mereproduksi serta mempengaruhi identitas budaya dalam orasinya yang berjudul “Reproduksi dan Identitas Budaya: Membaca Hadirnya Komunitas Baru di Tengah Masyarakat.”
Pengukuhan tujuh guru besar baru ini menjadi momentum penting bagi Universitas Andalas untuk terus meningkatkan kualitasTri Dharma Perguruan Tinggi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa dan negara, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan sosial, kesehatan, dan pertanian. Kehadiran para profesor ini diharapkan akan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika Unand untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)
