AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,506 view

Usul Tambahan Kampung Nelayan, Padang Pariaman Ajukan 4 Lokasi ke KKP

Laporan foto: bagaimana Usul Tambahan Kampung Nelayan berubah dalam beberapa waktu terakhir?
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, saat berdiskusi dengan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif di Jakarta. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Usul tambahan Kampung Nelayan kembali diajukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat sektor perikanan tangkap melalui pengembangan program nasional pada 2026.

Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat melakukan konsultasi langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat. Ia datang bersama Kepala Dinas Perikanan dan diterima Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif.

Pertemuan membahas strategi penguatan sektor perikanan tangkap, termasuk usul tambahan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Padang Pariaman. Pemerintah daerah mengajukan empat lokasi prioritas sebagai kandidat pengembangan program tersebut.

Empat nagari yang diusulkan yakni Nagari Seulayat dan Nagari Tapakih di Kecamatan Ulakan Tapakis, serta Nagari Pilubang dan Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir di Kecamatan Sungai Limau. Keempat wilayah dinilai memenuhi syarat pengembangan berbasis potensi lokal.

Rahmat menegaskan daerahnya memiliki kesiapan yang kuat dari sisi potensi dan kelembagaan masyarakat pesisir. Ia menyebut ketersediaan lahan, koperasi desa, jumlah nelayan, kelompok usaha bersama, hingga dukungan sarana prasarana menjadi faktor pendukung utama.

“Padang Pariaman sangat siap untuk menjadi bagian dari penguatan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita punya potensi, data dukung, dan semangat masyarakat pesisir yang tinggi,” ujar Rahmat, Selasa (14/4/2026).

Selain usul tambahan Kampung Nelayan, pemerintah daerah juga mengajukan bantuan armada penangkapan ikan. Usulan tersebut meliputi dua paket kapal purse seine 30 GT dan satu paket kapal purse seine 50 GT lengkap dengan alat tangkap.

Rahmat menjelaskan kebutuhan armada modern penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Ia mengakui keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala dalam pemenuhan sarana tersebut.

“Dengan dukungan kapal dan alat tangkap yang memadai, produktivitas nelayan akan meningkat signifikan dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI, Lotharia Latif, menyambut positif usulan yang disampaikan. Ia menilai kesiapan Padang Pariaman cukup baik, baik dari potensi maupun kelembagaan masyarakatnya.

“Kami melihat kesiapan Kabupaten Padang Pariaman cukup baik. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ke depan,” ungkap Lotharia.

Ia memastikan KKP akan menindaklanjuti usulan tersebut melalui tahapan evaluasi dan verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. KKP, kata dia, mendukung daerah yang serius mengembangkan sektor perikanan secara berkelanjutan.

Menutup pertemuan, Rahmat menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang realisasi usulan tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat diwujudkan melalui alokasi anggaran tahun 2026.

“Kita sangat optimis, respon Pak Dirjen sangat positif. Dengan komunikasi intens dan kesiapan daerah, usulan ini bisa terealisasi melalui dukungan APBN KKP tahun 2026,” tutupnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version