BREAKING NEWS

    Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat Dorong Optimalisasi Dapur MBG untuk Tekan Stunting

    Waktu Baca: 2 menit
    Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Supriono (paling tengah), didampingi jajaran pemerintah daerah dan mitra program, berpose bersama usai peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Senin (27/4). (Saipen/TimAS)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id — Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Supriono, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung penuh keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru diresmikan di Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Senin (27/4/2026). Menurutnya, dapur MBG merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Pasaman Barat.

    Supriono hadir langsung dalam peresmian bersama jajaran pemerintah daerah, mitra program, dan pemangku kepentingan terkait. Ia menyampaikan bahwa DPRD Pasaman Barat akan mengawal program ini agar berjalan sesuai sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita berisiko stunting.

    “Dapur MBG ini bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak kita. DPRD akan memastikan program ini mendapat dukungan kebijakan dan pengawasan yang memadai,” ujar Supriono dalam sambutannya.

    Ia menekankan bahwa persoalan stunting tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan angka stunting Pasaman Barat yang masih berada di kisaran 10,5 persen per Februari 2026, Supriono menilai keberadaan dapur MBG menjadi intervensi penting untuk menekan angka tersebut.

    Menurutnya, DPRD Pasaman Barat siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta lembaga terkait dalam memastikan program berjalan efektif. Ia juga mendorong agar pengelolaan dapur dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas gizi yang diberikan kepada penerima manfaat.

    Supriono menambahkan, DPRD akan mengawasi agar anggaran yang dialokasikan untuk mendukung program MBG digunakan secara tepat dan efisien. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi Yayasan Cahaya Langowan Nusantara dan mitra SPPG yang telah berkomitmen menyediakan makanan bergizi dengan mengutamakan bahan pangan lokal. Menurutnya, hal ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.

    Supriono berharap dapur MBG di Lingkuang Aua Bandarejo dapat menjadi model bagi nagari lain di Pasaman Barat. Ia menilai keberhasilan program ini akan menjadi inspirasi untuk memperluas cakupan penerima manfaat hingga mencapai 3.000 orang sesuai target yang telah ditetapkan.

    “Generasi sehat adalah investasi jangka panjang. Jika anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang baik, maka mereka akan menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di masa depan,” tambahnya.

    Dengan dukungan legislatif, eksekutif, dan masyarakat, Supriono optimistis program MBG akan menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka stunting di Pasaman Barat. Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan program demi masa depan generasi yang lebih baik.

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *