Wali Nagari Baru Saatnya Membuktikan Janji, Bukan Sekadar Wacana
Wali Kagadang-gadangan
Jika seseorang telah terpilih menjadi wali nagari dan usia masih sangat muda, tidak sepatutnya melontarkan kata “kalian” ke masyarakat yang beragam jenis usia. Bukan berniat menggurui beliau yang telah dibesarkan oleh pesta demokrasi tingkat nagari. Tapi kata “kalian” sebagai seorang yang sama-sama terpanca dan dibesarkan di Minangkabau tidak sopan untuk diucapkan kepada yang usianya lebih tua.
Dunia sastra di timurpun begitu, kata kalian bisa digunakan untuk sesama besar, atau yang lebih kecil, atau ucapan dalam keadaan emosi. Bukan ucapan karena telah terpilih jadi pemimpin semua bisa dilendoh. Sekali lagi kita bicara sastra dan adat, kalau di bagian lain mungkin boleh.
Hal ini perlu dibahas, agar wali nagari juga tidak kagadang-gadangan. Dengan membuat ucapan terimakasih pada seluruh pemilih dan masyarakat. Saya tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa kalian dan lain sebagainya, begitu kira-kira. Adakah pernyataan itu? Ada, oleh oknum. Tapi postingan pernyataan tersebut tiba-tiba menghilang, entah kenapa. (*)
