AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
15,547 view

Waspadai Penipuan Online, Nasabah Bank Nagari Diminta Lebih Cermat

Gambar eksklusif yang memperlihatkan dampak dari Penipuan online,Bank Nagari.
Kantor Bank Nagari Cabang Utama Padang di Jalan Pemuda. (Foto: Bank Nagari)

Padang, AyoSumbar.id – Penipuan online dengan modus penyamaran sebagai instansi resmi, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kini semakin canggih dan terorganisir.

Dalam menghadapi gelombang kejahatan siber ini, Bank Nagari menyampaikan peringatan tegas kepada para nasabah agar lebih berhati-hati dalam menerima pesan digital, terutama yang berkaitan dengan pembaruan data pribadi dan transaksi elektronik.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Tasman, didampingi Kepala Humas, Yudi Silvestra, dalam keterangan pers pada Kamis (15/5/2025).

Mereka mengungkapkan bahwa bentuk kejahatan digital kerap menggunakan teknik manipulasi psikologis yang menyasar kelengahan pengguna saat mengakses tautan atau menginstal file aplikasi dari sumber tak dikenal.

“Nasabah harus menyadari bahwa keamanan bertransaksi bukan hanya tanggung jawab bank, tapi juga butuh kewaspadaan pribadi. Jangan pernah klik tautan yang tidak jelas sumbernya, apalagi jika diminta mengisi data penting atau melakukan transfer,” ujar Tasman.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank tidak memiliki tanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kelalaian dari nasabah sendiri, khususnya dalam menjaga data akses seperti PIN, OTP, atau username dan password.

Dalam praktiknya, pelaku kejahatan kerap menyebarkan link berbahaya dan file aplikasi (APK) lewat WhatsApp, email, bahkan aplikasi chatting tidak resmi. Setelah diunduh atau diklik, perangkat korban dapat disusupi perangkat lunak jahat yang mencuri data atau mengambil alih akun perbankan.

Bank Nagari menyarankan beberapa langkah proteksi sederhana namun krusial bagi nasabah, di antaranya:

  • Hanya mengunduh aplikasi perbankan resmi dari Play Store atau App Store.
  • Menghindari membuka tautan dari pesan yang mengaku dari bank atau instansi pemerintah tanpa verifikasi.
  • Tidak menyimpan username dan password di browser perangkat.
  • Rutin membersihkan cache serta menginstal antivirus terbaru.
  • Tidak pernah memberikan informasi sensitif seperti PIN, OTP, atau password kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku petugas bank.

Yudi Silvestra menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat edukasi digital ke masyarakat. Melalui kampanye digital safety di media sosial, penyuluhan langsung, dan kolaborasi dengan komunitas, Bank Nagari berharap publik makin peka terhadap pola penipuan digital yang terus berubah.

“Edukasi adalah benteng pertama melawan kejahatan digital. Kami ingin masyarakat memahami cara kerja para pelaku dan belajar cara mengenali tanda-tanda peringatan dini,” ucap Yudi.

Sebagai penutup, Tasman menegaskan kembali pentingnya peran aktif nasabah dalam menjaga integritas transaksi finansial. Jika menerima pesan atau tautan mencurigakan, ia menyarankan segera melaporkannya atau menghubungi Nagari Call 150234 untuk verifikasi langsung.

“Lebih baik waspada sebelum rugi. Perlindungan data pribadi adalah benteng utama dalam menghadapi era digital yang semakin rentan terhadap kejahatan siber,” tutup Tasman. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Putri Maharani
Aprizal Noer
Penulis
Putri Maharani
Editor
Exit mobile version