BREAKING NEWS
    4,676 view

    Hadapi Potensi Bencana, Bupati Welly Imbau Warganya Siaga Penuh

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat memimpin rapat terkait mitigasi dan penanggulangan dampak bencana hidrometeorologi. (Foto: Diskominfo Pasaman)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman serius hadapi potensi bencana usai BMKG merilis peringatan darurat bencana hidrometeorologi. Pemprov Sumatera Barat juga telah menetapkan status tanggap darurat hingga 8 Desember 2025.

    Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan warga wajib siaga, terutama di kawasan berisiko tinggi. Ia meminta masyarakat menyiapkan langkah antisipasi dan jalur evakuasi sejak dini.

    “Saya atau Pemkab Pasaman mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di daerah perbukitan, lereng rawan longsor, bantaran sungai, dan wilayah cekungan dengan menyiapkan jalur evakuasi,” ujar Welly Suhery.

    Ia juga mengingatkan publik agar hanya merujuk pada sumber resmi. Ia menilai validasi informasi menjadi kunci utama menghadapi cuaca ekstrem.

    “Ikuti informasi dan peringatan dini hanya dari BMKG, InaRISK Personal (aplikasi resmi BNPB), serta akun resmi BPBD agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” tegasnya.

    Welly Suhery menyampaikan apresiasi langsung kepada seluruh elemen di lapangan. Ia menyebut kolaborasi menjadi modal utama dalam mitigasi dan penanganan cepat.

    “Sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak serta dalam penanganan bencana di Pasaman,” ucapnya.

    Ia memberi penghargaan khusus pada tim reaksi cepat BPBD, Pusdalops, TNI/Polri, wali nagari, PLN, dan media. Ia menilai peran mereka vital dalam kerja-kerja respons awal.

    BMKG memperpanjang prakiraan cuaca ekstrem di Sumatera Barat hingga 29 November 2025. Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, juga menegaskan ancaman masih belum usai.

    Cuaca ekstrem saat ini muncul akibat Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka dan fenomena IOD negatif. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air dan membuat atmosfer labil. Dampaknya, hujan lebat berlangsung lebih lama.

    BMKG memetakan sejumlah daerah berpotensi terdampak, yakni Kepulauan Mentawai, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang, Pariaman, dan Padang.

    Pemprov Sumbar juga telah mengirimkan Surat Gubernur No. 360/756.2/Kesbangpol/2025 kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayah terdampak. Surat itu memuat sembilan instruksi tegas.

    Instruksi tersebut memerintahkan pengaktifan posko bencana di Pasaman, pemetaan ulang wilayah rawan, peningkatan respons aparat, penyiapan jalur evakuasi, dan pendataan kerugian akibat bencana. Semua langkah ini dirancang untuk membantu daerah hadapi potensi bencana secara lebih cepat dan terukur. (*)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of Arditono
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *