BREAKING NEWS
    17,549 view

    Angka Stunting di Sumbar 2025 masih Tinggi, Meski Kemiskinan Turun

    Waktu Baca: 2 menit
    Ilustrasi sejumlah anak dengan kondisi pertumbuhan terhambat (stunting). Kondisi stunting inilah yang dialami oleh sekitar 128 ribu anak di Sumbar. (Foto: TimAS/AI)

    Padang, AyoSumbar.id – Angka stunting di Sumbar 2025 menjadi perhatian serius dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di Aula Bappeda Sumbar, Kamis (31/7/2025).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan aksi konvergensi stunting di Sumbar yang ditargetkan menurunkan prevalensi stunting secara signifikan pada tahun mendatang.

    Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, dalam paparannya menyebutkan bahwa Sumatera Barat masih menempati posisi yang cukup tinggi dalam daftar provinsi dengan angka stunting tertinggi secara nasional.

    “Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, Sumbar berada di peringkat ke-13 secara nasional. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar untuk menekan angka stunting,” ujar Medi.

    Ia menambahkan bahwa kondisi ini cukup ironis, mengingat angka kemiskinan di Sumbar justru terus menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir.

    “Jumlah balita stunting di Sumbar diperkirakan mencapai 128 ribu anak. Padahal, dalam 10 tahun terakhir angka kemiskinan menurun tajam, ujarnya.

    “Ini menunjukkan bahwa kemiskinan bukan satu-satunya penyebab stunting. Ada faktor lain seperti pola asuh, sanitasi, hingga akses terhadap layanan kesehatan,” sambung Medi.

    Pemprov Sumbar, lanjut Medi, telah menetapkan isu stunting sebagai prioritas dalam rencana pembangunan tahun 2026. Upaya ini akan difokuskan pada penguatan pelayanan dasar dan perlindungan sosial.

    “Dalam tema pembangunan tahun 2026, kita mengarah pada penguatan fondasi transformasi pelayanan publik, termasuk di dalamnya jaminan kesehatan dan upaya pengurangan stunting,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakor, Herlin Sri Diani, menyebutkan bahwa kegiatan ini digelar guna meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam menangani masalah stunting.

    “Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, menyelaraskan kebijakan, serta merangkul semua pihak mulai dari OPD, rumah sakit, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat. Semua harus terlibat aktif dalam upaya penurunan stunting,” ujar Herlin.

    Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BKKBN Provinsi Sumbar beserta jajaran, kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, perwakilan rumah sakit, serta tim percepatan penurunan stunting dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar.

    Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan langkah konkret dan terarah dapat segera dijalankan, demi menurunkan angka stunting di Sumbar 2025 secara nyata. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *