BREAKING NEWS
    11,137 view

    Strategi Penurunan Stunting 2025, di Padang Pariaman dengan Quick Wins

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menangani stunting, ketika membuka Rakor TPPS Padang Pariaman, di Aula Bapelitbangda, Parik Malintang, Senin (14/7/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Strategi penurunan stunting 2025 dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Padang Pariaman, di Aula Bapelitbangda, Parik Malintang, Senin (14/7/2025).

    Kali ini, langkah yang diambil yaitu dengan menerapkan strategi quick wins. Diyakini, dengan cara ini prevalensi stunting Padang Pariaman yang masih berada di angka 26,6 persen dengan 957 keluarga berisiko, dapat ditekan sesuai target nasional. Yakni ke angka 14 persen.

    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menangani stunting. Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat korong dan nagari.

    “Strategi penurunan stunting 2025 harus menjadi gerakan bersama. Semua pihak wajib bergerak, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah,” ujar JKA dalam rapat tersebut.

    JKA menyebut bahwa strategi penurunan stunting 2025 tak bisa dipisahkan dari pendekatan multidimensi. “Stunting bukan hanya soal gizi buruk. Ini menyangkut kondisi sosial, ekonomi, dan pola pengasuhan. Dampaknya tak sekadar jangka pendek, tetapi juga bisa menggerogoti masa depan bangsa,” hematnya.

    Ia pun mengingatkan, Indonesia tengah menuju visi besar 2045 sebagai negara maju. Namun, jika masalah stunting tidak ditangani serius dari sekarang, generasi muda akan kehilangan kesempatan berkontribusi optimal.

    “Kalau kita abai, maka anak-anak yang mestinya menjadi kekuatan Indonesia Emas bisa tergadaikan masa depannya. Kita tentu tidak ingin Padang Pariaman berkontribusi pada hal ini,” tambahnya.

    Untuk itu, ia menekankan perlunya penguatan edukasi di semua lini. Mulai dari keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, hingga tokoh masyarakat harus dilibatkan dalam kampanye bersama pencegahan stunting yang berkelanjutan.

    Lima Quick Wins

    Rakor itu dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Mardalena Wati, sebagai narasumber utama. Ia menjabarkan arah kebijakan nasional terkait percepatan penanganan stunting, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor melalui lima program prioritas atau quick wins.

    Katanya, BKKBN menetapkan lima quick wins yang wajib diimplementasikan secara terintegrasi. Pertama adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mendorong keterlibatan OPD sebagai orang tua asuh.

    Kedua, sambungnya, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), berupa fasilitas penitipan anak bagi ibu bekerja. Ketiga, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mengedukasi pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Keempat, Lansia Berdaya (Sidaya) yang memberdayakan orang tua lanjut usia agar tetap aktif.

    “Kelima, pengembangan Super Apps berbasis teknologi untuk layanan informasi keluarga. Jadi, kelima quick wins ini bukan sekadar program, tapi langkah nyata menuju keluarga sehat dan berkualitas. Mustahil berhasil tanpa keterlibatan semua pihak,” jelas Mardalena.

    Perempuan jadi Motor Penggerak

    Dalam kesempatan itu, Bupati Padang Pariaman juga mendorong perempuan daerah terus aktif dalam gerakan pencegahan stunting. Baik itu TP-PKK, GOW, dan DWP Padang Pariaman yang secara konsisten melaksanakan edukasi, kampanye hidup sehat, serta pembinaan keluarga melalui berbagai kegiatan berbasis masyarakat.

    Ia juga menyebut pendekatan melalui Duta GenRe (Generasi Berencana) sebagai salah satu langkah strategis dalam menyasar kelompok remaja. “Strategi penurunan stunting 2025 hanya akan efektif jika dimulai dari pembinaan remaja dan calon keluarga muda,” tegasnya.

    “Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa edukasi kesehatan dan pengasuhan sudah tertanam sejak dini, bahkan sebelum pernikahan dan kehamilan terjadi,” cermatnya.

    JKA juga menekankan bahwa keberhasilan strategi penurunan stunting 2025 harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah Padang Pariaman bertekad mengawal seluruh tahapan implementasi dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis data.

    “Target nasional 14 persen bukan mustahil dicapai. Tapi kita harus bekerja dua kali lipat, dengan inovasi dan kerja nyata di lapangan,” ujarnya. Ia juga meminta seluruh wali nagari, kader, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjadikan hasil rakor sebagai komitmen bersama.

    Dengan semangat kolaborasi dan pelibatan semua elemen masyarakat, ia optimis Padang Pariaman menjadi salah satu daerah yang mampu memberikan kontribusi signifikan dalam penurunan angka stunting secara nasional. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *