AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,773 view

Arisal Aziz, Baper atau Karakter?

Visualisasi data yang berkaitan dengan Arisal aziz terbaru.
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Arisal Aziz, yang memutuskan mundur dari jabatan Ketua DPW PAN Sumbar karena usulannya tidak diakomodir oleh DPP PAN. (Foto: DPR RI)

Mungkin ada yang menilai seorang Arisal Aziz baper terhadap keputusan Partai yang tidak mengapprove pengurus DPD rekomendasinya. Dari hal tersebut beliau menyatakan mudur jadi Ketua DPW di Sumatera Barat.

DALAM pernyataannya kepada media, Arisal Aziz mengungkapkan pengunduran dirinya karena usulan 19 calon ketua/sekretaris dewan pimpinan Daerah ( DPD ) PAN yang diajukannya sama sekali tidak diakomodir atau tidak disetujui oleh DPP PAN ( langgam.id 13 Juni 2026 ).

Cuma bagaimana racikan pengurus yang diusulkannya kita tidak tahu.
Kenapa sampai ditolak semuanya. Apakah beliau tidak baiyo bamolah dengan kawan-kawan lain yang sudah lama di partai saat meramu. Tentu beliau yang tahu.

Sebagai orang yang menghormati dan memuliakan perasaan, sudah sepatutnya beliau membuat keputusan. Kalau tidak betah atau tidak nyaman untuk apa bertahan dikursi pimpinan DPW. Putiah kapeh dapek diliek Putiah hati ba keadaan.

Langkah tersebut termasuk bagian wujud dari penghormatannya ke partai, beliau tidak ingin partai tidak maksimal melaksanakan agenda menyambut 2029.

Pemimpin-pemimpin dari Minangkabau tempo dulu kalau dilihat begitu juga. Kalau pernyataannya tidak diterima, beliau mundur. Untuk apa bertahan, kalau perasaan akan ditekan. Sarik buliah jarang basuo karakter yang demikian sekarang. Jika ada, mungkin itu terselip salah satu di diri seorang yang bernama Arisal Aziz

Ajo Arisal, diri dan jiwanya telah ditempa. Beliau merintis karir dari bawah, dari kecil hingga sebesar sekarang. Mungkin latar belakangnya yang menuntut fikirannya begitu. Di bisnis kalau iya ya, kalau tidak ndak. Jangan angguak anggak geleang namuah dalam duo tangah tigo. Kacau pembukuan mandan.

Ditambah lagi tidak ada berita yang mencuat ke permukaan setelah Arizal menyatakan mundur, tidak ada dari partai berembuk dengan beliau mencari solusi terbaik. Seolah bagaimana, yang akan mendatangkan spekulasi liar di luar.

Keputusan yang diambil memperlihatkan kepada pemilih seterang mentari jam 12 tagak. Dia tidak takut. Padahal berlomba-lomba orang ingin mendapatkan jabatan seperti itu. Kabarnya dengan “manumpang di buduak gadang” dan dapat jabatan sebagai nahkoda bisa memperlancar bisnis.

Bagi seorang Arisal itu tidak berlaku, usahanya telah besar dan dikenal masyarakat jauh sebelum dia terjun ke politik. Terlihat jelas, ia tak perlu repot-repot kampanye kemarin. Masyarakat sudah tahu, lewat saluran zakatnya, ambulan gratis, usaha kargo, dan lainnya.

Terbukti, 107.117 suara yang beliau peroleh dengan status anak baru di partai tentu bukan kaleng-kaleng. Di satu sisi beliau begitu cinta dan senang ke partainya, terlihat baliho baliho di jalan memperkenalkan nama dan partai beliau. Tapi di sisi sebelahnya, mungkin karakter beliau begitu.

Membawa sesuatu keperasaan memang perlu terkadang, biar orang tahu perasaan yang membuat alam nyaman. Antara partai dan kader ibarat aur dengan tebing. Partai merupakan transportasi menuju parlemen, sedangkan kader bisa dikatakan magnet untuk penarik hati pemilih.

Maraknya insan politik berpindah-pindah partai, jika terjadi juga ke Arisal Aziz tidak akan membuat beliau gamang. Finansial dan basis suara beliau punya, apa difikirkan. Sekarang fokus aja bekerja sebagai penyambung lidah daerah dan masyarakat yang memilihnya.

Bagaimana ke depan, kita lihat aja nanti. (*)

Avatar of Irwandi Sikumbang
Avatar of TimAS
Irwandi Sikumbang
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version