BREAKING NEWS
    11,102 view

    Atasi Permasalahan Sosial di Padang Pariaman, JKA Ajak Semua Pihak Terlibat

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengajak seluruh pihak terlibat dalam mengatasi permasalahan sosial di Padang Pariaman. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi kemarin, guna menyikapi kasus pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Kecamatan Batang Anai. (Foto: TimAS)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id –Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), membahas permasalahan sosial di Padang Pariaman bersama berbagai lapisan masyarakat, di di Pandopo Bupati, Minggu (22/6/2025).

    Diskusi itu diikuti Forkopimda, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, bundo kanduang, organisasi masyarakat, dan insan pers, kemarin. Pembahasan ini digelar menyusul meningkatnya kekhawatiran atas maraknya kasus sosial, termasuk kekerasan dan kriminalitas di tengah masyarakat.

    Dalam pertemuan itu, JKA menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi sosial yang terjadi belakangan ini, khususnya kasus kekerasan yang mengejutkan publik.

    “Kita sangat berduka atas kejadian baru-baru ini di Batang Anai. Kita tentu tidak ingin ini terulang lagi ke depannya,” tegasnya.

    JKA menekankan pentingnya keterlibatan semua unsur masyarakat, terutama peran niniak mamak dalam mengawasi anak kemenakan agar kondisi sosial tetap terkendali.

    JKA menilai penyelesaian permasalahan sosial di Padang Pariaman tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat adalah kunci.

    “Minimal selalu dikontrol bagaimana kondisi anak kemenakan minggu ini atau bulan ini. Jadi, aktivitas mereka tetap dapat diketahui,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa kepedulian lingkungan sekitar menjadi fondasi penting dalam pencegahan permasalahan sosial di Padang Pariaman.

    Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, yang turut hadir dalam diskusi, mengungkapkan sejumlah realita pahit terkait maraknya kasus kekerasan seksual. Ia menyebut bahwa data yang muncul di media hanyalah sebagian kecil dari kenyataan di lapangan.

    “Ada kasus yang sudah dilaporkan tapi kemudian dicabut. Banyak yang tidak dilaporkan karena rasa malu. Ini sebenarnya sangat kompleks dan mengkhawatirkan,” ungkap Faisol.

    Sementara itu, Ketua Harian LKAAM Sumbar, Amril Amir, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial di Padang Pariaman. Ia menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kekerasan seperti kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Nia di Kayutanam.

    “Yang terbaru ini benar-benar menyedihkan kita semua. Kita harus ambil tindakan nyata agar ini tidak terulang lagi di daerah kita,” tegasnya.

    Sebagai bentuk kontribusi nyata, Amril menyampaikan bahwa LKAAM telah menjalankan program pemberdayaan anak kemenakan serta membangun lingkungan sosial yang berlandaskan pada falsafah adat Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

    Ia juga menyebut inisiatif menghadirkan peran dubalang di tengah masyarakat untuk menjaga ketertiban sosial. “Kita terus mendorong agar seluruh daerah dapat mewujudkan ini. Tentunya harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah agar tidak bertentangan dengan regulasi,” pungkasnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *