BREAKING NEWS
    3,570 view

    Banjir Pasbar Akibatkan Putus Akses jalan, Jenazah Warga Terpaksa Ditandu Estafet di Jembatan Batang Saman

    Waktu Baca: 2 menit
    Proses evakuasi jenazah Dahrizal (62), warga Ujung Gading Batang Gunuang. (Foto: Saipen/TimAS)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Pasaman Barat menyebabkan Batang Saman meluap hingga memutus akses jalan lintas utama, Kamis (27/11/2025).
    Dampak banjir ini tidak hanya melumpuhkan lalu lintas kendaraan, tetapi juga menghambat proses pemulangan jenazah warga yang hendak disemayamkan.

    Jenazah almarhum Dahrizal (62), warga Ujung Gading Batang Gunuang, terpaksa dievakuasi secara estafet menggunakan tandu untuk melewati genangan air yang merendam akses menuju Jembatan Batang Saman di Nagari Aia Gadang Barat.

    Perwakilan pihak keluarga, Muhiban, menjelaskan bahwa rombongan pengantar jenazah bertolak dari RSUP M. Djamil Padang pada pukul 08.00 WIB dan tiba di lokasi Jembatan Batang Saman sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (26/11/2025). Namun, perjalanan mereka terhenti karena ambulans yang membawa jenazah tidak dapat menembus tingginya debit air yang menggenangi kedua sisi jembatan.

    “Ambulans dari Padang tidak bisa lewat karena air cukup tinggi. Akhirnya, dibantu masyarakat sekitar Jembatan Batang Saman, jenazah ditandu ke seberang menuju arah Labuah Luruih,” ungkap Muhiban.

    Proses evakuasi berlangsung dramatis namun penuh solidaritas. Warga setempat bahu-membahu menandu keranda jenazah menerobos genangan air. Di seberang lokasi banjir, jenazah kemudian dipindahkan ke Ambulans Kolaborasi Kemanusiaan yang telah bersiaga untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Ujung Gading.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Gina Alecia, yang memantau langsung situasi tersebut menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan tim lapangan dan keluarga begitu menerima informasi adanya hambatan tersebut.

    “Prioritas utama kami adalah memastikan jenazah dapat segera sampai di rumah duka untuk disemayamkan. Meskipun kondisi alam tidak memungkinkan dilalui kendaraan, kami lakukan dengan cara estafet berkoordinasi dengan berbagai pihak,” jelas Gina.

    Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (27/11/2025), akses lalu lintas di jalur lintas Jembatan Batang Saman dilaporkan masih terhambat akibat luapan sungai yang belum surut signifikan.

    Pemerintah daerah dan aparat terkait mengimbau warga serta pengendara yang berada di sekitar lokasi untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi curah hujan di wilayah Pasaman Barat diprediksi masih cukup tinggi. Masyarakat diminta untuk memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan kondisi jalan raya. (*)

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Arditono
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *