BREAKING NEWS
    84 view

    Bantuan Kementerian Sosial Rp358,86 Juta Diberikan ke Masyarakat Terdampak Bencana Solok

    Waktu Baca: 4 menit
    Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, saat berkunjung ke Posko Utama Penanganan Bencana di Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026). Ia menyerahkan bantuan Kementerian Sosial senilai Rp358.862.860 kepada Bupati Solok, Jon Firman Pandu. (Foto: Diskominfo Solok)

    Solok, AyoSumbar.id – Bantuan Kementerian Sosial senilai Rp358.862.860 diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026). Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf menyerahkan bantuan tersebut kepada Bupati Solok, Jon Firman Pandu, di Posko Utama Kabupaten Solok, didampingi Wakil Bupati Candra.

    Penyerahan disaksikan delapan perwakilan penerima bantuan dari masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup santunan korban, logistik, hingga kebutuhan pangan.

    Berdasarkan rincian dalam rilis, bantuan terdiri atas santunan ahli waris untuk dua jiwa sebesar Rp30 juta, bantuan bagi dua jiwa korban luka berat Rp10 juta, serta bantuan bagi 14 jiwa korban luka ringan Rp35 juta. Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan logistik penanganan bencana senilai Rp203.852.860 dan sembako sebanyak 200 paket dengan nilai Rp49.900.000.

    Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam proses penanganan bencana di Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan itu mempercepat pemulihan dan membuat penanganan di lapangan lebih terkoordinasi.

    Syaifullah Yusuf menekankan pentingnya pendataan masyarakat terdampak secara tepat dan akurat. Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah agar diterima warga sesuai kebutuhan.

    Ia meminta Bupati Solok bersama Forkopimda terus melakukan pendataan. Dukungan juga diberikan melalui BNPB, sementara Kementerian Sosial menyiapkan bantuan untuk kebutuhan pemulihan, termasuk bantuan dukungan ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta sesuai ketentuan serta hasil pendataan.

    Menteri Sosial mengatakan keluarga terdampak harus menjadi prioritas dalam situasi bencana. Menurut dia, dapur umum dan posko juga berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

    Jika masih ada warga yang belum menerima bantuan, Syaifullah meminta masyarakat bersabar karena proses penyaluran berlangsung berdasarkan pendataan. “Yang terdata akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kepentingannya. Jangan sampai bantuan yang seharusnya untuk masyarakat terdampak justru digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.

    Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan curah hujan tinggi pada September lalu berdampak besar terhadap masyarakat. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah warga menjadi korban luka-luka maupun meninggal dunia.

    Dampaknya juga dirasakan dalam aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Jon menyebut kawasan perkantoran sempat lumpuh akibat kondisi tersebut. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forkopimda kemudian melakukan rapat dan memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari.

    Langkah itu ditempuh untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak dapat berlangsung optimal. “Solok adalah daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan. Kita bersama-sama menghadapi kondisi ini dan berupaya bangkit menjadi lebih baik,” ujar Jon.

    Menurutnya, dukungan telah datang dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta berbagai pihak lainnya. Bantuan Kementerian Sosial tersebut disalurkan kepada masyarakat berdasarkan kebutuhan dan hasil pendataan lapangan.

    Syaifullah menyebut pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, dan unsur terkait lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih. “Ini adalah tugas dan amanah yang harus kita jalankan bersama,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Syaifullah turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana).

    Kegiatan di Posko Utama Kabupaten Solok turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Asisten I Setda Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul, unsur BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda Kabupaten Solok, ketua lembaga swadaya masyarakat, masyarakat terdampak bencana, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

    Selain penanganan bencana, Syaifullah Yusuf juga menyampaikan informasi mengenai program Sekolah Rakyat. Program tersebut diikuti anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.

    Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Sosial terhadap masyarakat Kabupaten Solok, termasuk keberadaan Sekolah Rakyat. Ia berharap program tersebut dapat membuka akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut. “Harapan kita, anak-anak Solok tidak ada lagi yang tidak sekolah,” kata Jon.

    Syaifullah menyebut anak-anak peserta Sekolah Rakyat sebagai generasi yang perlu dijaga dan diberi kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

    Usai arahan Menteri Sosial, bantuan Kementerian Sosial diserahkan secara langsung kepada Bupati Solok. Penyerahan dilakukan didampingi Wakil Bupati Solok dan disaksikan perwakilan masyarakat terdampak.

    Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, BPBD, Forkopimda, serta seluruh unsur masyarakat agar warga terdampak memperoleh penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan. (*)

    Avatar of Niko Irawan
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Niko Irawan
    Niko Irawan
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *