Bupati Welly Sisir Lokasi Banjir untuk Pastikan Kondisi Warganya
Pasaman, AyoSumbar.id – Bupati Pasaman, Welly Suhery, sisir lokasi banjir di Kecamatan Rao Selatan, Jumat (28/11/2025). Ia ingin memastikan seluruh kondisi warganya yang terdampak telah mendapatkan pertolongan.
Welly menempuh setiap titik banjir dengan berjalan kaki. Ia menerobos genangan air yang sedalam paha. Ia sisir lokasi banjir secara keseluruhan, untuk melihat kondisi warganya secara langsung.
Bupati didampingi Ketua Baznas Pasaman, Camat Rao Asran, Kapolsek Rao Iptu Roby, Sekretaris BPBD Pasaman Juiater Ginting, Wali Nagari Lansek Kadok, serta Kepala Jorong Tanjung Durian dan Tanjung Alai.
Data BPBD Pasaman, sebanyak 276 kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Rao Selatan. Sebarannya di Kampung Tujuh 105 KK, Pancahan Baru 67 KK, Muaro Gondang 63 KK, Rambahan 3 KK, dan Tanjung Durian 38 KK.
“Pemerintah daerah mengutamakan penyelamatan warga. Evakuasi sebagai prioritas. Warga di titik terendam harus dipindahkan ke zona aman,” ujar Bupati Welly saat sisir lokasi banjir di Kecamatan Rao Selatan tersebut.
Bupati memerintahkan nagari membentuk posko dan satgas. Ia menargetkan pendataan korban berlangsung tertib. Ia ingin distribusi bantuan tercatat dengan rapi. Posko juga mendukung kegiatan sisir lokasi banjir terpadu.
“Pemkab sudah menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak. Di antaranya kasur, selimut, dan bahan pangan,” sambung Welly.
Menyikapi banjir di Rao Selatan yang terjadi berulang, Bupati menyiapkan strategi jangka panjang. Ia akan menggelar koordinasi dengan BNPB Pusat. Ia menargetkan pengajuan anggaran penanggulangan komprehensif.
“Saya sudah menugaskan OPD teknis menyiapkan dokumen administrasi. Kita targetkan tindak lanjutnya paling lambat awal 2026. Penyusunan berkas itu mengacu dari temuan kita saat sisir lokasi banjir di Rao Selatan,” jelasnya.
Bupati juga menyetujui usulan pembangunan shelter evakuasi. Ia menyepakati model rumah panggung sebagai titik aman. Nagari akan mengalokasikan anggaran pembangunan pada 2026. Keputusan ini memperkuat mitigasi di sana.
Pemkab juga menimbang normalisasi sungai. Bupati akan menelaah hasil desain teknisnya. Kajian mencakup opsi pembangunan dam di sisi kiri dan kanan aliran. Semua opsi akan menyesuaikan rekomendasi dan perencanaan resmi. (*)
